Tetap Bisa Bayar Tunai Meski QRIS Resmi Berlaku di Pelabuhan Kayan II

TANJUNG SELOR – Digitalisasi layanan pembelian tiket serta transaksi belanja resmi lainnya di Pelabuhan Kayan II, kini resmi diberlakukan melalui sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS. Penerapan ini merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Pemerintah Kabupaten Bulungan.

Kepala Perwakilan BI Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, saat diwawancarai menjelaskan bahwa layanan tiket hingga retribusi di pelabuhan kini dapat menggunakan sistem pembayaran digital, salah satunya melalui QRIS. “Untuk layanan tiket dan retribusi sudah bisa menggunakan pembayaran berbasis digital seperti QRIS,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Ia juga menyinggung sektor perparkiran di kawasan pelabuhan, yang ke depan berpotensi mengadopsi sistem serupa. Menurutnya, digitalisasi tidak terbatas hanya pada QRIS, melainkan dapat menggunakan berbagai metode pembayaran non-tunai lainnya.

“Digitalisasi itu tidak melulu harus dalam bentuk QRIS. Bisa juga menggunakan e-money, transfer, dan metode lainnya,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa BI Kaltara bersama Pemkab Bulungan, tetap memberikan pilihan kepada masyarakat untuk melakukan transaksi baik secara tunai maupun non-tunai, sehingga masyarakat memiliki alternatif yang fleksibel dalam bertransaksi. “Non-tunai ini ada beberapa pilihan, seperti QRIS, e-money, dan transfer. Ini memberikan kenyamanan sekaligus keamanan bagi masyarakat,” terangnya.

Dari sisi keamanan, Hasiando mengakui bahwa setiap metode pembayaran memiliki risiko masing-masing, baik tunai maupun non-tunai. Oleh karena itu, pihaknya juga terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, terkait potensi kejahatan digital. “Kita melakukan pembayaran tunai juga ada risikonya, begitu juga non-tunai. Karena itu kami terus melakukan edukasi terkait modus-modus kejahatan digital agar masyarakat lebih waspada,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam penggunaan QRIS misalnya, masyarakat perlu memastikan bahwa tujuan pembayaran sudah benar sebelum melakukan transaksi. Selain itu, BI Kaltara juga akan terus menggencarkan sosialisasi sebagai bagian dari upaya mendorong percepatan digitalisasi di daerah.

Untuk tahap selanjutnya, pihaknya menargetkan peluncuran secara resmi atau grand launching dapat dilaksanakan pada Juni mendatang, setelah sebelumnya dilakukan soft launching sebagai bentuk pengukuran kesiapan dan komitmen seluruh pihak terkait. “Target kami di bulan Juni sudah bisa grand launching. Soft launching ini bagian untuk mengukur komitmen semua pihak, termasuk pemerintah daerah,” ungkapnya.

Saat grand launching nanti, BI Kaltara berencana mengundang pimpinan Bank Indonesia, pihak perbankan, serta seluruh kepala daerah di Kaltara, termasuk gubernur serta para bupati dan wali kota, sebagai bentuk dukungan terhadap digitalisasi layanan di pelabuhan. “Harapannya seluruh pihak bisa hadir dan mendukung digitalisasi pelabuhan di Kalimantan Utara,” pungkasnya.(*)

Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER