Tarakan Kembali Inflasi 0,63 Persen di Maret 2026, Cabai Rawit Jadi Pemicu Utama

TARAKAN – Kota Tarakan kembali mencatatkan inflasi pada Maret 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan (month to month/mtm) sebesar 0,63 persen, didorong lonjakan harga sejumlah komoditas pangan dan transportasi saat momen Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi, mengatakan cabai rawit menjadi penyumbang terbesar inflasi pada bulan tersebut. “Cabai rawit memberikan andil inflasi hingga 0,30 persen. Selain itu, daging ayam ras dan angkutan udara juga cukup dominan masing-masing menyumbang 0,21 persen dan 0,19 persen,” ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (2/4/2026).

Secara kumulatif, inflasi Tarakan sepanjang 2026 hingga Maret (year to date/ytd) tercatat sebesar 1,06 persen. Sementara inflasi tahunan (year on year/yoy) mencapai 3,81 persen.

Umar menjelaskan, angka inflasi tahunan tersebut memberi gambaran potensi inflasi hingga akhir tahun. “Jika pola inflasi di sisa tahun 2026 mengikuti tren 2025, maka inflasi tahunan Tarakan diperkirakan berada di kisaran 3,81 persen,” jelasnya.

Dia menambahkan, efek low base dari kebijakan diskon tarif listrik yang terasa pada Januari dan Februari mulai berkurang pada Maret, sehingga angka inflasi mulai mendekati target nasional 2,5 persen ±1 persen.

Dari sisi kelompok pengeluaran, inflasi terbesar disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,54 persen. Disusul kelompok transportasi sebesar 0,16 persen. “Kelompok kesehatan serta rekreasi, olahraga, dan budaya juga memberikan andil, meski relatif kecil masing-masing sebesar 0,03 persen dan 0,01 persen,” kata Umar.

Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya justru mengalami deflasi sebesar 0,11 persen, dipicu turunnya harga emas perhiasan. Adapun sejumlah komoditas yang dominan menyumbang inflasi selain cabai rawit antara lain daging ayam ras, angkutan udara, ikan bandeng, telur ayam ras, hingga bawang merah. Di sisi lain, penahan inflasi atau penyumbang deflasi antara lain emas perhiasan, sawi hijau, dan angkutan laut.

Sebagai perbandingan, inflasi Provinsi Kalimantan Utara pada Maret 2026 tercatat 0,57 persen (mtm), dengan inflasi tahunan 3,12 persen. Sementara secara nasional, inflasi bulanan berada di angka 0,41 persen dan tahunan 3,48 persen.

BPS menilai dinamika harga selama Ramadan dan Idulfitri menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di Tarakan, terutama pada komoditas pangan dan transportasi.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER