MALINAU – Tahapan pemeriksaan administrasi (Rikmin) dalam rangka penerimaan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi dimulai.
Panitia Bantuan Penerimaan (Pabanrim) Malinau melaksanakan proses tersebut dengan mengedepankan prinsip transparansi, serta menjunjung tinggi nilai BETAH yang merupakan akronim dari kata Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
Kabag SDM Polres Malinau, IPTU Dedi Priyanto menyampaikan, pelaksanaan Rikmin ini menjadi tahapan awal yang sangat penting dalam proses seleksi calon anggota Polri. “Hal ini guna memastikan seluruh peserta memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditentukan,” ucapnya.
Ia menambahkan, seluruh proses seleksi dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta yang ikut seleksi.
“Pelaksanaan seleksi ini kami lakukan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan prinsip BETAH, sehingga diharapkan dapat menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas dan berintegritas,” ujarnya.
Adapun jumlah peserta yang mengikuti seleksi penerimaan Polri di wilayah Malinau terdiri dari, Akademi Kepolisian (Akpol): 3 orang, Bintara: 127 orang dan Tamtama: 1 orang. “Secara keseluruhan peserta yang mengikuti tahapan seleksi ini berjumlah 131 orang,” bebernya.
Seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti setiap tahapan seleksi dengan baik serta menjunjung tinggi kejujuran. Pabanrim Malinau juga mengimbau kepada seluruh peserta dan masyarakat, untuk tidak mempercayai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Dengan pelaksanaan yang bersih dan transparan, diharapkan proses penerimaan Polri tahun ini dapat melahirkan generasi Bhayangkara yang profesional, unggul, dan siap mengabdi kepada masyarakat.(*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


