Arus Penumpang SDF Tarakan Mulai Naik, Tembus 2.000 Orang per Hari

TARAKAN – Arus penumpang di Pelabuhan Tengkayu I SDF Tarakan mulai mengalami peningkatan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Jumlah penumpang yang berangkat maupun datang melalui pelabuhan tersebut, kini sudah melampaui angka pada hari biasa.

Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Perhubungan Kaltara, Shandy Nadzifa Yusuf, mengungkapkan bahwa tren kenaikan penumpang sudah terlihat dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data terakhir per 15 Maret 2026, jumlah penumpang yang berangkat dari SDF Tarakan mencapai sekitar 2.226 orang, sementara penumpang yang datang sekitar 2.057 orang. “Kalau untuk tren kenaikan sudah jelas ada. Mendekati hari H memang biasanya terjadi peningkatan jumlah penumpang,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Dia menjelaskan, pada hari normal jumlah penumpang yang menggunakan transportasi speedboat dari pelabuhan tersebut, biasanya berada di kisaran sekitar 1.500 orang per hari. Dengan demikian, jumlah penumpang saat ini sudah menunjukkan kenaikan dibanding hari biasa.

Untuk rute perjalanan, Tanjung Selor masih menjadi tujuan paling padat. Bahkan, jumlah penumpang yang menuju ibu kota Tanjung Selor tersebut tercatat mendominasi. “Tujuan paling padat saat ini ke Tanjung Selor. Untuk kedatangan saja sekitar seribuan penumpang,” jelasnya.

Pihak pelabuhan memperkirakan puncak arus penumpang akan terjadi sekitar 18 Maret 2026, sebagaimana informasi yang sebelumnya juga disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan. Pada periode puncak tersebut, jumlah penumpang diperkirakan bisa mencapai lebih dari 2.500 orang per hari.

Untuk mendukung kelancaran transportasi, saat ini terdapat 54 armada speedboat yang terdaftar, namun 50 armada yang dipastikan beroperasi, sementara 4 unit lainnya masih dalam proses perbaikan.

Pengawasan terhadap keselamatan pelayaran juga dilakukan secara ketat dengan melibatkan sejumlah instansi terkait seperti KSOP, Polairud, serta kepolisian.

Selain itu, pihak kepelabuhanan juga memastikan tidak terjadi kelebihan muatan pada setiap kapal, dengan memantau data manifest penumpang dan kapasitas speedboat yang berbeda-beda. “Setiap hari kami memantau manifest penumpang dan memastikan jumlah penumpang sesuai dengan kapasitas kapal agar tidak terjadi overload,” tegasnya.

Terkait kelayakan armada, pemeriksaan atau ramcheck terakhir dilakukan oleh KSOP pada 5 Maret 2026, dan seluruh speedboat yang beroperasi dinyatakan memenuhi standar keselamatan.

Di sisi lain, pelayanan kesehatan juga disiapkan bagi penumpang maupun awak kapal. Petugas dari kesehatan kepelabuhanan membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis setiap hari di area pelabuhan bagi pengguna jasa transportasi laut.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER