Soal Kebutuhan Pangan, Sri: Permintaan Meningkat, Produksi Minim

BERAU – Permintaan pasar mengenai kebutuhan pangan terus meningkat, akan tetapi produksinya terkesan minim, hal itu disorot Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari.

Ia menyebut, masyarakat masih mengeluhkan ketersediaan beras, ayam dan telur. Sehingga, daerah masih bergantung terhadap pasokan dari luar wilayah. “Selama ini suplai kita masih sangat bergantung pada Surabaya dan Sulawesi. Jadi ketika ada kenaikan arga di sana, di sini otomatis ikut naik,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung meningkatnya konsumsi bahan pokok akibat bertambahnya dapur-dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini aktif di sejumlah sekolah. “Dengan banyaknya dapur yang sudah berjalan, penggunaan beras, ayam, dan telur meningkat signifikan,” ujarnya.

Kata dia, kondisi ini membuat kestabilan harga semakin sulit dijaga karena suplai lokal belum mampu mengimbangi lonjakan permintaan.

Mala secara tegas menyebut bahwa produksi pangan Berau masih jauh dari memadai. “Untuk beras saja, saya dengar kontribusi lokal itu hanya beberapa persen dari total kebutuhan kita. Artinya, kita belum mampu berdiri sendiri,” ucapnya.

Hal serupa juga terjadi pada komoditas lain. Saat kegiatan besar daerah, kebutuhan telur bahkan tidak bisa dipenuhi oleh peternak local. “Kita terpaksa mendatangkan pasokan tambahan dari Sulawesi,” katanya.

Sri menegaskan bahwa langkah menuju kemandirian pangan bukan hanya sekadar program, tetapi kebutuhan daerah untuk melindungi masyarakat dari risiko inflasi yang berulang. “Kita harus mampu memenuhi kebutuhan kita sendiri. Mulai dari beras, telur, ayam, sampai produk pertanian lainnya.” tandasnya. (adv)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER