TANJUNG SELOR – Insiden jatuhnya pesawat Air Tractor AT-802 milik Pelita Air di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, menyisakan duka mendalam bagi dunia penerbangan nasional, khususnya di Kalimantan Utara.
Peristiwa nahas tersebut tidak hanya mengguncang masyarakat Kaltara, akan tetapi ikut meninggalkan pilu yang teramat dalam bagi keluarga korban.
Pesawat jenis Air Tractor AT-802 yang dioperasikan oleh Pelita Air itu mengalami kecelakaan dalam rangka menjalankan misi kemanusiaan, yakni mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan Krayan, Kabupaten Nunukan.
Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan selama ini dikenal memiliki tantangan geografis yang cukup berat, aksesnya tidak bisa ditempuh lewat darat dan sungai sehingga distribusi logistik, termasuk BBM, sangat bergantung pada transportasi udara.
Gugurnya pilot, Captain Hendrik, saat menjalankan tugas menjadi sorotan sekaligus perhatian banyak pihak. Dedikasinya dalam menerbangkan pesawat pembawa BBM demi memastikan pasokan energi di ujung negeri menjadi pengabidan yang tidak mudah.
Insiden ini memantik perhatian terhadap aspek keselamatan penerbangan, khususnya pada jalur-jalur distribusi logistik di wilayah perbatasan dan pedalaman.
Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A Paliwang, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut. Ia mengungkapkan duka cita secara pribadi maupun atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
“Secara pribadi dan selaku Gubernur Kaltara saya turut berduka dan prihatin dengan musibah gagal take-off-nya pesawat Pertamina pengangkut BBM menuju Krayan, Kabupaten Nunukan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan atas musibah ini,” ujar Zainal, Jumat (20/2/2026).
Menurut gubernur, insiden tersebut terjadi sesaat setelah pesawat lepas landas usai mendrop sekitar 4 ton BBM dalam rangka mendukung kebutuhan masyarakat Krayan. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan penanganan insiden berjalan sesuai prosedur, serta memperhatikan aspek keselamatan dalam operasional penerbangan.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya tantangan distribusi logistik di daerah perbatasan, serta pentingnya penguatan standar keselamatan penerbangan, terutama untuk misi-misi vital yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.(*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


