TANJUNG SELOR – Wakil Bupati Bulungan, Kilat Bilung, secara resmi membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Jasa TKBM Putra Rimba Pelabuhan Tanjung Selor, yang digelar di Ballroom Jalan Cempedak, Tanjung Selor, Rabu (18/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kilat Bilung menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan RAT, sebagai forum tertinggi dalam koperasi. Menurutnya, seluruh saran, masukan, serta aspirasi yang disampaikan oleh anggota koperasi, akan menjadi perhatian pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan regulasi yang berlaku.
“Pemerintah daerah tentu memberikan apresiasi dan dukungan kepada koperasi ini. Apalagi koperasi ini bergerak di sektor pelabuhan yang memiliki peran penting dalam perputaran ekonomi di Tanjung Selor. Apa yang disampaikan dalam RAT menjadi bahan pertimbangan kami ke depan,” ujar Kilat.
Ia menambahkan, keberadaan Koperasi Jasa TKBM Putra Rimba Pelabuhan Tanjung Selor memiliki kontribusi besar dalam menunjang aktivitas bongkar muat, serta kelancaran distribusi barang di wilayah Bulungan. Oleh karena itu, sinergi antara koperasi dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat, agar mampu meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam RAT tersebut, lanjut Kilat, terdapat sejumlah usulan terkait pembangunan dan peningkatan sarana serta prasarana di Pelabuhan Tanjung Selor. Salah satu yang disoroti adalah kebutuhan ketersediaan toilet khusus di kawasan pelabuhan Kayan 1, yang dinilai penting untuk menunjang kenyamanan para pekerja maupun pengguna jasa pelabuhan.
“Usulan terkait toilet khusus di pelabuhan akan kita tindaklanjuti bersama OPD terkait. Ini menyangkut fasilitas dasar yang memang harus tersedia dengan baik,” jelasnya.
Selain itu, persoalan pendangkalan alur sungai menuju Pelabuhan Kayan I juga kembali menjadi perhatian. Kilat mengakui bahwa masalah tersebut telah berlangsung cukup lama, dan berdampak langsung terhadap aktivitas kapal barang yang akan bersandar di pelabuhan.
“Masalah pendangkalan ini memang sudah lama, tetapi pemerintah tidak tinggal diam. Kita terus berupaya mencari solusi, agar kapal barang dapat bersandar dan beroperasi secara maksimal tanpa hambatan,” tuturnya.
Sebagai salah satu alternatif solusi, pemerintah daerah mempertimbangkan rencana pengerukan di alur Sungai Kayan, guna mengurangi endapan material pasir yang menyebabkan pendangkalan. Rencana tersebut, kata Kilat, akan dibahas lebih lanjut secara internal bersama jajaran pemerintah daerah, termasuk dengan Dinas Perhubungan.
“Nanti ini akan menjadi pembahasan internal di pemerintah. Permasalahannya seperti apa, solusinya bagaimana, semuanya akan kita kaji bersama,” tegasnya.
Ia juga menyinggung adanya penurunan pendapatan koperasi dalam kurun waktu lima tahun terakhir, yang salah satunya dipengaruhi oleh kondisi pendangkalan. Dampaknya, kapal yang masuk ke Tanjung Selor harus mengurangi muatan, sehingga berimbas pada berkurangnya aktivitas bongkar muat dan pendapatan anggota koperasi.
“Kami memahami kondisi ini. Sekali lagi kami tegaskan, pemerintah daerah tidak tinggal diam dan akan terus berupaya mencari solusi terbaik terkait pendangkalan di Pelabuhan Kayan I,” pungkasnya. (*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


