TARAKAN – Keluhan pedagang Pasar Gusher terkait atap bocor dan genangan air saat hujan mendapat perhatian Pemerintah Kota Tarakan. Kondisi infrastruktur pasar yang dinilai kurang terawat itu, dikhawatirkan mengganggu kenyamanan aktivitas jual beli, terlebih menjelang Ramadan.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tarakan, Khairul, mengingatkan agar pengelola pasar bertanggung jawab terhadap perbaikan fasilitas. Dia menegaskan, pengelolaan Pasar Gusher hingga tahun 2031 masih berada di bawah PT Gusher, termasuk dalam hal penyewaan lapak.
“Pengelolaannya sampai 2031 dipegang PT Gusher. Penyewaan lapak juga diambil oleh mereka. Jadi memang ini dilema,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, selama masih dalam masa pengelolaan, perawatan dan perbaikan fisik pasar menjadi kewenangan pengelola. Dia menilai, tidak tepat jika hanya menarik sewa tanpa dibarengi perbaikan infrastruktur. “Kalau uang sewa diambil, mestinya infrastrukturnya juga diperhatikan. Banyak atap bocor, ini tentu merugikan pedagang,” tegasnya.
Meski demikian, Pemkot Tarakan disebut siap membantu untuk persoalan yang sifatnya non-struktural, seperti pembersihan drainase yang tersumbat.
Khairul bahkan mengusulkan agar kegiatan Safari Gotong Royong bisa diarahkan ke kawasan Pasar Gusher. “Kalau soal drainase mungkin bisa kita bantu lewat gotong royong. Tapi untuk pembangunan atau penggantian atap yang rusak, itu memang tanggung jawab pengelola,” jelasnya.
Dia memastikan akan memanggil pihak pengelola, guna membahas keluhan pedagang dan mencari solusi agar permasalahan tersebut tidak berlarut-larut.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


