TARAKAN – Kebutuhan penguatan permodalan dan percepatan legalitas usaha menjadi perhatian Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Selumit saat menerima kunjungan Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, Minggu (15/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, pengurus koperasi menyampaikan harapan agar akses pembiayaan dibuat lebih fleksibel serta proses izin edar pupuk dipermudah.
Ketua KKMP Selumit, Saifullah, mengatakan kebutuhan tiap wilayah berbeda sehingga skema bantuan tidak bisa disamaratakan. Menurutnya, koperasi di Selumit lebih membutuhkan penguatan modal usaha dibanding tambahan fasilitas fisik.
“Kebutuhan Selumit tidak sama dengan wilayah lain. Kami sudah punya gudang dan kantor, jadi yang lebih kami butuhkan sebenarnya adalah penguatan modal usaha,” ujarnya.
Dia menilai akses pembiayaan yang lebih luwes, seperti melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), akan lebih efektif untuk mengembangkan unit usaha yang telah berjalan, termasuk produksi pupuk organik.
Selain permodalan, Saifullah juga mengeluhkan proses izin edar pupuk yang dinilai cukup berat. Biaya uji laboratorium yang mencapai sekitar Rp 32 juta disebut menjadi kendala bagi koperasi untuk memperluas produksi.
“Kalau izin bisa dipermudah atau dibantu prosesnya, tentu produksi bisa ditingkatkan. Permintaan sebenarnya sudah ada,” katanya.
Saat ini, koperasi Selumit telah melayani pesanan rutin pupuk organik dari sejumlah kelompok tani dan memiliki potensi kontrak dalam jumlah besar. Namun, realisasi pengembangan usaha masih menunggu dukungan dari sisi modal dan legalitas.
Dia berharap pemerintah melalui Kementerian Koperasi dapat memberikan ruang kebijakan yang lebih fleksibel agar koperasi berkembang sesuai potensi lokal. “Yang kami inginkan diberi ruang untuk berkembang sesuai kebutuhan dan kemampuan kami,” pungkasnya. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


