Pedagang Pasar Gusher Keluhkan Genangan Air dan Atap Bocor

TARAKAN – Pedagang di Pasar Gusher, Tarakan, mengeluhkan kondisi pasar yang kerap tergenang air saat hujan deras serta atap bangunan yang banyak bocor. Situasi tersebut dinilai mengganggu aktivitas jual beli, terlebih saat kebutuhan masyarakat mulai meningkat jelang bulan puasa.

Ana, pedagang sayur yang telah berjualan sejak 2002, mengatakan genangan air hampir selalu terjadi ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan pasar. Menurutnya, kondisi drainase yang kecil dan kerap tersumbat membuat air meluap dan menggenangi area tengah pasar. “Setiap hujan deras pasti naik airnya di sini. Paritnya kecil dan tersumbat, jadi air tertampung di tengah,” ujar Ana, Rabu (11/2/2026).

Ia menyebut genangan bisa mencapai atas mata kaki, terutama di bagian pasar yang posisinya lebih rendah. Selain mengganggu kenyamanan, kondisi tersebut juga dikhawatirkan membahayakan pembeli karena lantai menjadi licin.

Tak hanya persoalan banjir, pedagang juga menyoroti atap pasar yang bocor di sejumlah titik. Saat hujan turun, air menetes ke area lapak sehingga pedagang harus menutup barang dagangan dengan terpal seadanya. “Sudah sering disampaikan, jawabannya nanti diperbaiki,” katanya.

Di tengah keluhan infrastruktur, Ana juga membeberkan harga sejumlah bahan pokok di Pasar Gusher yang terpantau relatif stabil. Cabai rawit dijual sekitar Rp70 ribu per kilogram, bawang putih Rp35 ribu per kilogram, dan bawang merah Rp40 ribu per kilogram. Beberapa komoditas bahkan mengalami penurunan harga dalam sepekan terakhir.

Namun, timun justru melonjak signifikan. Jika sebelumnya sekitar Rp2 ribu per buah, kini mencapai Rp10 ribu per buah akibat pasokan yang terbatas.

Meski harga cenderung stabil, Ana mengaku jumlah pembeli belum sepenuhnya pulih. Ia menyebut sejak 2025 daya beli masyarakat terasa menurun, sehingga pedagang kesulitan menutup biaya operasional, termasuk karcis harian dan sewa lapak.

Pedagang berharap ada perhatian serius dari pihak terkait untuk membenahi drainase dan memperbaiki atap pasar, agar aktivitas jual beli dapat berlangsung lebih nyaman, terutama menjelang Ramadan yang biasanya menjadi momentum peningkatan transaksi.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER