TARAKAN – Relokasi pedagang buah dari depan Lapangan Tenis Indoor Telaga Keramat ke area samping gedung, menuai beragam respons dari pedagang. Meski mengikuti kebijakan Pemerintah Kota Tarakan, sebagian pedagang mengaku masih menyimpan kekhawatiran terhadap lokasi baru.
Ibu Santi, salah satu pedagang buah musiman, mengatakan dirinya menjual berbagai jenis buah seperti cempedak, duku, elai, hingga durian. Ia memastikan akan mengikuti relokasi yang ditetapkan pemerintah, meski berharap fasilitas di lokasi baru benar-benar siap.
“Kami pasti pindah, tidak mungkin tidak pindah karena ini maunya pemerintah. Tapi maksud saya, bikinkan dulu kami tempat baru, baru kami pindah,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Menurut Santi, lokasi berdagang di pinggir jalan jauh lebih strategis bagi pedagang buah musiman. Ia menilai karakter pembeli buah sangat bergantung pada visual, di mana orang yang awalnya hanya melintas bisa langsung membeli setelah melihat dagangan. “Sebenarnya saya tidak senang di lokasi baru, karena jualan buah itu harusnya di pinggir jalan. Orang lihat sekilas langsung beli. Kalau di dalam kasihan, tapi mudah-mudahan rezeki di dalam tetap melimpah,” katanya.
Meski demikian, Santi menegaskan tetap akan berjualan di lokasi baru karena menghormati keputusan pemerintah. Namun ia mengaku risiko kerugian cukup besar jika penjualan sepi, mengingat modal buah didatangkan dari luar daerah. “Kami ini beli buah bukan dari kebun sendiri, tapi dari luar Tanjung Selor. Buah musiman ini bertahan tiga sampai empat bulan. Kalau sepi dan modal habis, mau bagaimana lagi,” ucapnya.
Santi juga menjelaskan, bahwa pedagang buah musiman tidak berjualan setiap hari, melainkan mengikuti musim. Ia mengaku sudah berdagang lebih dari 10 tahun, bahkan mendekati 20 tahun, dan kerap berpindah lokasi sebelum menetap cukup lama di kawasan Telaga Keramat.
Sementara itu, Camat Tarakan Timur Boby Deen Marten mengatakan relokasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum. Lokasi di depan Lapangan Tenis Indoor Telaga Keramat akan difungsikan sebagai trotoar, sementara pedagang dipindahkan ke samping gedung. “Relokasi ini sudah melalui koordinasi dan kesepakatan bersama. Sebagian besar pedagang sudah pindah dan lokasi lama dipastikan dikosongkan,” kata Boby.
Dia menambahkan, Pemkot Tarakan telah melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada pedagang sebelum relokasi dilaksanakan. Pemerintah juga menyiapkan pengawasan di lokasi lama untuk mencegah pedagang kembali berjualan.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


