NUNUKAN – Pencarian nelayan yang hilang di perairan Bambangan, Sebatik, Nunukan, resmi dihentikan setelah tujuh hari penuh. Meski seluruh tim SAR bekerja maksimal tanpa kendala, korban tetap belum ditemukan.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Tarakan, Dede Hariana, menjelaskan pencarian hari terakhir dilakukan Rabu (4/2/2026) sejak pagi hingga sore, dengan penyisiran visual menyeluruh di lokasi kejadian dan sekitarnya. Hasilnya tetap nihil. “Seluruh metode pencarian telah dijalankan. Tidak ada kendala teknis maupun cuaca. Sayangnya, korban belum juga ditemukan. Atas permintaan keluarga, operasi kami tutup,” ujar Dede.
Korban, Rahmatsyah (29), warga Desa Bambangan, berangkat memanen ikan pada Rabu (28/1) malam dan tak kembali keesokan harinya. Informasi hilangnya nelayan diterima Pos SAR Nunukan dari BPBD Nunukan pada Kamis (29/1/2026) sore.
Selama tujuh hari, Tim SAR Gabungan melibatkan Pos SAR Nunukan, BPBD Nunukan, Pos AL Sebatik, Polsek Sebatik, serta masyarakat setempat. Pencarian menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB), alat komunikasi, perlengkapan medis, hingga perangkat pendeteksi bawah air Aquaeye.
Setelah evaluasi terakhir, seluruh unsur SAR mengadakan debriefing pukul 15.50 WITA, kemudian menutup operasi dan mengembalikan personel serta peralatan. “Meski upaya maksimal telah dilakukan, korban belum ditemukan. Kami mengucap terima kasih kepada semua pihak yang membantu. Doa kami tetap menyertai keluarga,” tutup Dede
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


