TANJUNG SELOR – Kondisi bangunan Sekolah Menengah KejuruanĀ Negeri (SMKN) 4 Kota Tarakan sempat menjadi perbincangan hangat di publik.
Lantaran, aktivitas pembelajaran peserta didik sementara memanfaatkan bangunan yang diperuntukan untuk gudang, kemudian ketika curah hujan tinggi bagian talang antara bangunan bocor membuat airnya tempias hingga ke ruang belajar.
Kondisi yang memperihatinkan ini sontak menjai viral di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (PLT) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara, Hasanuddin melalui Kepala Bidang SMK Arinda Susanti menyampaikan dari pemerintah tentu sangat memikirkan hal itu.
“Oleh sebab itu di tahun 2025 sudah dianggarkan pembangunan ruang kelas di SMKN 4 Tarakan.Ā Jadi kan kita semua tahu bahwa di tahun 2025 itu kan semua proyek fisik itu kan memang mulainya terlambat karena di awal tahun itu ada instruksi dari Presiden untuk tidak melaksanakan dulu, sehingga mulainya itu telat,” ujarnya.
Sementara untuk pembangunan RKB SMKN 4 Tarakan sudah mulai laksanakan untuk perencanaannya di tahun lalu. KemudianĀ setelah perencanaan selesai, maka dilanjutkanlah dengan proses pembangunannya.
“Tetapi karena mulainya mundur, karena adanya kebijakan pemerintah pusat sehingga untuk mulai melaksanakan pembangunannya, itu kita perlu perhitungan. Berdasarkan perhitungan secara teknis, hitung-hitungan teknis dari pihak konsultan juga ini untuk sisa waktu yang tersedia, itu tidak cukup untuk menyelesaikan jika membangun di tahun lalu dan Desember harus selesai. Waktunya tidak efektif,” tuturnya.

Karena itu rencananya kan hasil dari perencanaan juga dibangun itu ruang kelasnya itu tiga lantai.
“Kami menegaskan pemerintah bukanya tidak memperhatikan, tetapi sangat diperhatikan pembangunan ruang kelas di SMK 4 Tetapi karena kondisi dan perhitungan maka dengan berbagai pertimbangan akhirnya diputuskan untuk pembangunan SMKN 4 itu tidak jadi dilaksanakan di 2025,” terangnya.
Dan yangĀ jelas untuk desain perencanaannya itu sudah siap tinggal nanti misalnya kita akan melaksanakan itu sudah tinggal melaksanakan pembangunannya.
Adapun, alokasi anggaran pembangunan SMKN 4 Tarakan tahun 2025 lalu sekitar Rp 8,9 Miliar. Kalau desainnya itu kan memang untuk 12 ruangan belajar.
“Kalau untuk pembangunan tiga lantai anggaran tersebut tidak cukup,” bebernya.
Kalau untuk desain perencanaan kan sudah selesai, tiga lantai, jadi kita memang belum ada pengerjaam sembari menyesuaikan kemampuan anggaran.
“Kita lihat kalau tersedia anggaran dan yang jelas usulan diĀ rensra juga sudahĀ ada,” tukasnya.
Di tahun 2027 Disdik Kaltara mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 13 Miliar. Diketahui, SMKN 4 Tarakan telah berdiri 4Ā tahun lalu. (tin/and)
Reporter: Martinus
Editor: Andhika


