TANJUNG SELOR – Keasrian alam dan kuatnya unsur budaya lokal di Desa Pulau Sapi, Kabupaten Malinau, menambah kekhidmatan Peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan peran desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Dengan latar rumah adat khas Dayak serta nuansa kearifan lokal yang masih terjaga, Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, hadir langsung menyapa masyarakat dan perangkat desa yang mengikuti rangkaian kegiatan di Alun-alun Desa Pulau Sapi.
Kehadiran orang nomor satu di Kaltara itu disambut antusias warga yang memadati lokasi acara. Dalam suasana yang sarat nilai budaya tersebut, peringatan Hari Desa Nasional tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga wadah memperkuat komitmen bersama dalam membangun desa secara berkelanjutan, tanpa meninggalkan identitas dan kearifan lokal yang menjadi ciri khas masing-masing wilayah.
Selain kegiatan utama di ruang terbuka, rangkaian peringatan juga dilanjutkan dengan Seminar Nasional Hari Desa. Seminar ini menjadi ruang diskusi strategis bagi pemerintah daerah, akademisi, perangkat desa, serta pemangku kepentingan lainnya untuk berbagi gagasan dan pengalaman terkait penguatan peran desa dalam pembangunan.
Forum tersebut membahas berbagai isu, mulai dari peningkatan kapasitas pemerintahan desa, pengelolaan potensi ekonomi lokal, hingga strategi pelestarian budaya dan lingkungan di tengah arus modernisasi. “Potensi Desa Pulau Sapi ini perlu terus kita didukung dari sisi promosi potensi pariwisatanya,” kata gubernur.
Desa, lanjut gubernur dipandang tidak hanya sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai subjek yang memiliki peran aktif dalam menentukan arah pembangunan daerah dan nasional.
Peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Provinsi Kaltara Tahun 2026 ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan pemerintah desa.
“Hal ini sekaligus mendorong desa-desa di Kaltara untuk terus berinovasi, mandiri, dan berdaya saing tanpa kehilangan jati diri budaya yang dimiliki,” tandasnya. (*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


