TANJUNG SELOR – Armada angkutan perintis Bus Damri yang beroperasi dari Terminal Tanjung Selor terus menjadi salah satu moda transportasi andalan masyarakat di Kabupaten Bulungan dan wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).
Damri melayani berbagai rute perjalanan, baik antar kota dalam provinsi maupun lintas provinsi, dengan jadwal keberangkatan rutin setiap hari. Sebagai informasi, Terminal Bus Damri Tanjung Selor saat ini masih berlokasi di kawasan Pasar Induk, Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
Dari terminal tersebut, Damri mengoperasikan sekitar 16 hingga 17 unit armada bus guna melayani kebutuhan mobilitas masyarakat ke berbagai tujuan.
Keberangkatan pertama dari Terminal Tanjung Selor dimulai pada pukul 09.30 WITA dengan rute perintis Tanjung Selor–Long Tungu. Selain rute perintis, Damri juga melayani rute strategis lainnya seperti Berau, Samarinda, Malinau, hingga sejumlah wilayah pedalaman di Kaltara.
Kepala Damri Cabang Tanjung Selor, Junaid, kala dikonfirmasi menyebutkan bahwa kehadiran Damri bertujuan untuk mempermudah akses transportasi masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas kerja, pendidikan, serta perjalanan sosial dan ekonomi lainnya.
“Rute yang kita layani sudah sesuai kebutuhan masyarakat Kaltara,” terangnya.
Ia menjelaskan bahwa tarif yang dikenakan relatif terjangkau dan bervariasi, mulai dari Rp 50.000 hingga ratusan ribu rupiah, tergantung jarak dan tujuan perjalanan. Namun demikian, pembelian tiket Damri saat ini hanya dapat dilakukan secara langsung melalui loket Damri Tanjung Selor maupun loket di masing-masing terminal keberangkatan.
Pengamatan media ini di lapangan, antusias pengunjung lebih dominan ramai ketika saat hari libur serta pada saat hari besar keagamaan. “Armada yang kita kerahkan berangkat lewat waktu yang bervariasi,” tambanhnya.
Dari Kota Tanjung Selor – Long Tungu
Keberangkatan: 09.30 & 14.30 WITA (setiap hari). Tarif yang ditetapkan sebesar Rp 50 ribu. Kemudian, dari Tanjung Selor –Mangkupadi Keberangkatan: 09.15 & 14.30 WITA, dengan tarif sebesar Rp 50 ribu.
Sementara tarif lintas Kabupaten, dari Bulungan menuju Kabupaten Tana Tidung dengan tarif yang ditetapkan sebesar Rp 100 ribu. Dari Tana Tidung ke Seputuk sebesar Rp 40 ribu.
Dari Seputuk ke Malinau ditetapkan tarif sebesar Rp 40 ribu. Sedangkan dari Malinau ke Salang ditetapkan tarif sebesar Rp 65 ribu. “Keberangkatan setiap hari dimulai pukul 10.00 WITA,” jelas Junaid.
Beda halnya antara Bulungan-Berau tarifnya tergolong ekonomis dibandingkan ke KTT yakni sebesar Rp 80 ribu. Sementara dari Tanjung Selor – Samarinda ditetapkan tarif sebesar Rp 438 ribu, dengan jadwal keberangkatan: 14.00 WITA. (tin/and)
Reporter: Martinus
Editor: Andhika


