Buaya Sering Mangsa Ternak, RT Minta Waduk Persemaian Dibersihkan

TARAKAN – Kasus buaya memangsa hewan ternak di Waduk Persemaian, Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, disebut sudah sering terjadi. Kondisi tersebut kini berpuncak pada insiden seorang ibu paruh baya yang diterkam buaya saat beraktivitas di sekitar waduk.

Ketua RT 07 Kelurahan Karang Harapan, Petrus Pongtiku, mengatakan sebelum kejadian yang menimpa warga, buaya di waduk tersebut kerap memangsa ternak milik warga sekitar. “Kalau ternak sudah sering, seperti kambing dan anjing. Warga sebenarnya sudah sering saling mengingatkan,” kata Petrus, Selasa (20/1/2026)

Insiden terbaru terjadi pada Senin (19/1/2026) sore, saat seorang warga bernama Theresia Padang (61) diterkam buaya ketika mengambil rumput di tepi waduk. Peristiwa tersebut menjadi kasus pertama serangan buaya terhadap manusia di lokasi itu.

Menurut Petrus, keberadaan buaya di Waduk Persemaian bukan hal baru. Bahkan, sebelum kawasan tersebut dibangun menjadi waduk, lokasi itu sudah dikenal sebagai habitat buaya. “Dari dulu memang sudah ada buaya. Sebelum jadi waduk itu kolam,” ujarnya.

Dia menyoroti kondisi waduk yang kini tidak terawat dan dipenuhi semak serta rumput liar. Situasi tersebut membuat buaya semakin betah dan meningkatkan risiko bagi warga. “Dulu waduknya bersih dan rutin dirawat. Sekarang jadi semak, itu yang bikin buaya makin betah,” jelasnya.

Petrus menilai pembersihan waduk menjadi langkah mendesak untuk mencegah kejadian serupa terulang. Menurutnya, jika waduk kembali dibersihkan, aktivitas warga di sekitar lokasi juga bisa berkurang. “Kalau waduk dibersihkan seperti dulu, orang tidak akan sering masuk ambil rumput. Harapan kami waduk ini dibersihkan dan dirawat lagi,” ucapnya.

Sementara itu, penjaga Waduk Persemaian, Amir, mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah buaya di dalam waduk. Namun, dia mengaku pernah melihat sedikitnya dua ekor buaya. “Saya pernah lihat dua ekor, satu kecil dan satu besar,” kata Amir.

Dia menyebut, pihak pengelola sebenarnya telah memasang papan larangan dan pagar di sekitar waduk. Namun, masih banyak warga yang masuk ke area tersebut, terutama untuk memancing atau mengambil rumput. “Papan larangan dan pagar sudah dipasang, tapi masih banyak warga yang masuk. Kami berharap masyarakat tidak lagi beraktivitas di sekitar waduk,” ujarnya.

Terkait rencana penanganan buaya, Amir menyebut pihak pengelola saat ini masih menunggu instruksi lebih lanjut.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER