TARAKAN — Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Tarakan buka suara terkait perempuan berinisial RW yang viral di media sosial karena mengemis sambil membawa anak-anaknya. Dinsos menegaskan, RW bukan kasus baru dan telah lama berada dalam pendampingan pemerintah.
Pendamping Rehabilitasi Sosial Dinsos PM Tarakan, Yuanita Priskantari, mengatakan RW sudah ditangani sejak 2021. Sejumlah anaknya bahkan sempat dirujuk ke panti sosial untuk pemenuhan kebutuhan dasar. “Yang viral ini sebenarnya sudah lama kami dampingi. Sejak 2021 sudah masuk penanganan kami,” kata Yuanita, Senin (19/1/2026).
Dinsos sempat menempatkan RW dan anak-anaknya di Panti Dhuafa Juata Permai. Satu anaknya juga difasilitasi sekolah melalui program sekolah rakyat. Seluruh kebutuhan dasar, mulai dari makan, tempat tinggal, hingga pendidikan, telah disediakan. “Di panti semua terpenuhi. Tapi yang bersangkutan tidak betah dan memilih kembali ke jalan,” ujarnya.
Yuanita mengungkapkan, RW kerap meninggalkan panti dan kembali ditemukan dalam kondisi hamil. Hingga kini, RW tidak pernah memberikan penjelasan jelas terkait ayah dari anak-anaknya. “Beberapa kali datang hamil, melahirkan, lalu pergi lagi. Saat kami temukan, sudah hamil lagi,” ungkapnya.
Upaya persuasif terus dilakukan, termasuk bekerja sama dengan Baznas dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tarakan. Namun RW tetap menolak kembali ke panti dan memilih hidup mengemis dengan berpindah-pindah tempat. “Kami tidak bisa memaksa. Secara mental dinilai cukup baik dan bisa berkomunikasi normal,” jelas Yuanita.
Satpol PP juga telah beberapa kali melakukan penertiban, namun RW selalu kembali ke jalan. Dinsos mengaku khawatir terhadap tumbuh kembang anak-anak RW, terutama bayi yang masih sangat rentan. “Kami terus monitoring dan pendekatan humanis. Kekhawatiran kami utama ada pada anak-anaknya,” pungkasnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


