TARAKAN – Operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Polres Tarakan hingga kini belum dapat dimulai. Meski renovasi dapur yang berlangsung sejak Agustus 2025 telah memasuki tahap akhir, pelaksanaan program masih menunggu pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Kapolres Tarakan, AKBP Erwin S. Manik melalui Kabag Logistik AKP Ngatno Karyanto menjelaskan, seluruh proses pendaftaran dan administrasi ke pemerintah pusat sejatinya telah rampung dan dinyatakan lengkap. Namun, dapur MBG belum bisa beroperasi karena virtual account sebagai rekening khusus operasional belum diterbitkan oleh pusat.
“Pelaksanaan maupun launching belum bisa ditentukan. Penetapan hari baru bisa dilakukan setelah virtual account terbit dan dana masuk,” ujar Ngatno, Kamis (8/1/2026).
Ngatno menyebutkan, mekanisme pendanaan program MBG berbeda dengan sistem kontrak pada umumnya. Dalam program ini, dana operasional harus tersedia lebih dulu sebelum kegiatan dijalankan. Selama anggaran belum masuk ke virtual account, dapur MBG belum dapat beroperasi.
Sambil menunggu pencairan dana, kata dia, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Tarakan bersama Dinas Kesehatan serta Puskesmas (PKM) setempat tetap melakukan berbagai persiapan. Salah satunya dengan menggelar pelatihan penjamah makanan sebagai syarat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Persiapan tetap berjalan. Pelatihan penjamah makanan dilakukan agar seluruh proses nanti sesuai standar kesehatan dan pedoman BGN,” jelasnya.
Saat ini, tahapan lain yang tengah dilakukan adalah penentuan penerima manfaat. Penetapan sasaran dilakukan melalui rapat bersama SPPG dan Satuan Pelaksana Program Indonesia (SPPI), dengan fokus pada sekolah-sekolah yang belum terlayani dapur MBG maupun Satuan Pelayanan Bergizi Gratis (SPBG) lainnya.
Pada tahap awal, jumlah penerima manfaat direncanakan lebih dari 1.000 orang. Data tersebut akan menjadi dasar penerbitan virtual account oleh pemerintah pusat. Setelah akun terbit dan dana dicairkan, dapur MBG Polres Tarakan baru dapat mulai beroperasi.
“Secara tahapan, proses sudah berjalan mulai dari pendaftaran, persiapan hingga penentuan penerima manfaat. Koordinasi terus dilakukan sambil menunggu proses dari pusat,” kata Ngatno.
Dia menambahkan, seluruh tenaga dapur telah disiapkan sesuai standar BGN. Bahkan, tim verifikator dari BGN juga telah berada di Tarakan untuk melakukan pengecekan kesiapan.
“Personel sudah sesuai pedoman. Tim verifikator BGN sekitar 18 orang sudah berada di Tarakan,” ujarnya.
Untuk rencana penerima manfaat pada pekan pertama operasional, dapur MBG Polres Tarakan menargetkan siswa SDN 010 sebanyak 336 orang, SDN 011 sebanyak 334 siswa, SDN 015 sebanyak 306 siswa, TK Bhayangkari 91 siswa, serta Posyandu Selumit. Data tersebut masih dalam tahap finalisasi. Dapur MBG Polres Tarakan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Januari 2026, bergantung pada pencairan dana dari BGN.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


