TARAKAN — Wali Kota Tarakan, Khairul, memberikan ultimatum kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) yang dinilai tidak sehat, baik dari sisi kinerja maupun keuangan.
Perumda yang terus menunjukkan performa buruk terancam dievaluasi hingga ditutup, agar tidak menjadi beban keuangan daerah.
Ultimatum tersebut disampaikan Khairul usai diwawancarai awak media pada Selasa malam (6/1/2026), menyusul evaluasi terhadap kinerja sejumlah Perumda di lingkungan Pemerintah Kota Tarakan.
Khairul menjelaskan, pada Rabu (31/12/2025), Pemerintah Kota Tarakan telah mendengarkan paparan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun Anggaran 2026 dari sejumlah Perumda.
Paparan tersebut disampaikan oleh Perumda Tirta Alam Kota Tarakan, Perumda Tarakan Media Telekomunikasi, Perumda Aneka Usaha, Perumda Energi Mandiri, serta Perumda Tarakan Agrobisnis.
Selain mendengarkan pemaparan program dan anggaran, pemerintah daerah juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap target pelayanan, sumber daya manusia, serta target keuangan masing-masing Perumda.
“Selain pemaparan, kita juga melakukan evaluasi, termasuk target pelayanan, target tenaga kerja, dan target keuangannya,” ujar Khairul.
Dia menegaskan, Pemerintah Kota Tarakan mendorong seluruh Perumda agar mampu mandiri secara finansial dan tidak terus bergantung pada penyertaan modal maupun bantuan dari APBD.
“Kita berikan masukan agar Perumda tidak terus mengalami masalah pembiayaan. Harapannya, Perumda bisa mengandalkan pendapatan sendiri, bukan terus mengharapkan bantuan dari pemerintah kota,” tegasnya.
Khairul mengakui, kondisi Perumda di Kota Tarakan saat ini belum seluruhnya berada dalam kondisi sehat. Sebagian Perumda dinilai telah berjalan dengan baik, namun sebagian lainnya masih membutuhkan pembenahan serius.
“Kita harus akui, di antara Perumda kita masih ada yang kurang sehat. Yang kurang sehat ini kita dorong supaya ke depan bisa menjadi sehat,” katanya.
Meski demikian, dorongan perbaikan tersebut disertai dengan langkah tegas berupa evaluasi manajemen. Jika tidak menunjukkan perbaikan kinerja secara berkelanjutan, opsi penutupan akan menjadi pilihan terakhir.
“Yang pasti akan ada evaluasi terhadap manajemennya. Bahkan tidak menutup kemungkinan Perumdanya kita tutup jika memang terus tidak sehat, daripada justru membebani pemerintah daerah,” ujarnya.
Meski memberikan ultimatum, Khairul enggan merinci Perumda mana saja yang saat ini dinilai tidak sehat. Dia menegaskan evaluasi dilakukan sebagai bagian dari upaya perbaikan agar Perumda mampu memberikan kontribusi optimal bagi pelayanan publik dan perekonomian Kota Tarakan.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


