Misa Malam Natal di Katedral Tanjung Selor, Uskup Ajak Umat Rayakan Natal dengan Kesadaran Iman

TANJUNG SELOR – Suasana khidmat dan penuh refleksi menyelimuti Perayaan Misa Malam Natal 2025 di Gereja Katedral Santa Maria Assumpta, Tanjung Selor, Rabu (25/12/2025) malam. Misa Vigili Natal ini menjadi momen perenungan iman bagi umat Katolik sebelum menyambut Hari Raya Natal.

Sejak pukul 18.00 WITA, ribuan jemaat telah memadati area gereja. Perayaan Misa dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Tanjung Selor, Mgr. Paulinus Yan Olla.

Prosesi ibadah berlangsung khidmat dan sarat makna simbolis. Sebelum memasuki ruang gereja, jemaat lebih dahulu melakukan tradisi membuat tanda salib menggunakan air suci sebagai pengingat identitas iman sebagai pengikut Yesus Kristus.

Rangkaian liturgi kemudian dilanjutkan dengan puji-pujian yang menggambarkan narasi keselamatan, mulai dari penciptaan manusia hingga kelahiran Yesus Kristus. Prosesi perarakan dengan simbol bintang kecil turut dihadirkan sebagai pengingat bahwa sebelum kelahiran Kristus, Allah telah berbicara melalui para nabi, dan dalam diri Yesus, wajah Allah tampak nyata melalui karya dan sabda-Nya.

Perarakan dipimpin oleh para misdinar atau Putra-Putri Altar, bersama para pastor dan biarawati, sebagai simbol kasih Yesus kepada umat manusia.

“Yesus hadir merawat orang kecil, membangkitkan yang mati, dan bergaul dengan mereka yang dianggap berdosa bukan untuk membenarkan dosa, melainkan untuk menyelamatkan,” ujar Uskup Paulinus.

Puncak perayaan ditandai dengan Liturgi Ekaristi, yang bagi umat Katolik merupakan inti iman — peringatan pemberian diri Yesus Kristus melalui roti dan anggur yang dikonsekrasi menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Tradisi ini, kata Uskup Paulinus, diterima langsung dari para rasul dan menjadi kekhasan Gereja Katolik hingga kini.

“Ini yang menjadi pembeda umat Katolik dengan Kristiani lainnya,” tegasnya.

Pada perayaan tahun ini, ornamen gereja tampak sederhana. Menurut Uskup Paulinus, kesederhanaan tersebut menjadi pengingat bahwa Natal bukan sekadar pesta atau euforia, melainkan momentum iman untuk merenungkan kasih Allah yang hadir dalam kehidupan manusia.

“Natal mengingatkan kita bahwa Allah tidak tinggal dalam keabstrakan, melainkan hadir nyata dalam sejarah manusia masuk ke dalam penderitaan yang sering disebabkan oleh dosa dan ketidakadilan,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa kelahiran Kristus mengajak umat untuk menjadi lebih manusiawi serta terlibat dalam penderitaan sesama, termasuk mereka yang terdampak bencana alam akibat kerusakan lingkungan. Dikatakan,  banyak bencana yang dialami merupakan akibat perbuatan kita sendiri.

“Natal mengundang kita untuk bertobat dan memperbaiki apa yang masih bisa diperbaiki, dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga kehidupan sosial dan kebangsaan,” tukasnya.

Pertobatan sejati, lanjutnya, tidak hanya berhenti pada ranah pribadi, tetapi harus nyata dalam kehidupan sosial — mengubah ketidakadilan menjadi keadilan, serta berani menentukan mana yang benar demi kebaikan bersama.

Misa Malam Natal di Katedral Santa Maria Assumpta ditutup dengan doa bersama dalam suasana haru. Umat diajak menjadikan Natal sebagai awal pembaruan hidup yang penuh kasih, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama serta alam ciptaan. (*)

Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER