
BERAU – Upaya meningkatkan nilai ekonomi produk kerajinan warga binaan di Rutan Tanjung Redeb kembali mendapat dorongan dari DPRD Berau.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, meminta Pemerintah Kabupaten Berau mulai memikirkan penyediaan fasilitas pemasaran khusus agar karya para warga binaan tidak hanya diproduksi, tetapi juga memiliki akses jual yang lebih luas.
Menurutnya, hasil karya warga binaan memiliki kualitas yang layak dipromosikan, namun masih terkendala ruang pamer yang memadai.
Untuk itu, ia mengusulkan agar pemerintah menyiapkan lokasi strategis yang dapat difungsikan sebagai pusat promosi sekaligus destinasi pendukung bagi sektor pariwisata.
“Kalau bisa dibangun tempat khusus, seperti ruko atau galeri. Wisatawan bisa melihat hasil kerajinan warga binaan. Ini potensi ekonomi yang bisa dikembangkan,” ujarnya.
Sumadi menilai keberadaan galeri tidak hanya akan membuka peluang pemasaran yang lebih stabil, tapi juga memberikan motivasi bagi warga binaan untuk terus berkarya saat mengikuti program pembinaan.
Selain itu, konsep ruang pamer berpotensi menjadi magnet baru bagi wisatawan yang ingin melihat kerajinan khas hasil pembinaan lapas.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat memasukkan gagasan tersebut dalam rencana pembangunan ke depan, sehingga kreativitas warga binaan dapat tersalurkan,” pungkasnya. (adv)


