
BERAU – Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kembali menjadi sorotan DPRD Berau. Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong menilai bahwa pemerintah daerah perlu mengambil langkah yang lebih serius dan terukur untuk memperkuat sumber pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat.
Dikatakannya, peningkatan PAD merupakan kunci untuk mendorong kemandirian fiskal daerah, terutama di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Namun ia menegaskan, strategi yang ditempuh harus tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil.
“Upaya meningkatkan PAD harus dilakukan secara berkelanjutan, inovatif, dan tidak menambah beban masyarakat. Kemandirian fiskal harus dikejar tanpa mengorbankan pelaku usaha kecil,” ujarnya.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah potensi penerimaan daerah yang belum digarap secara optimal, baik dari sektor jasa, retribusi, maupun pemanfaatan aset daerah.
Sehingga ia menekankan perlunya pemetaan potensi yang akurat agar pemerintah dapat menentukan sektor mana yang bisa dikembangkan lebih jauh.
Rudi meminta agar Pemkab Berau memperbaiki sistem pengelolaan PAD, termasuk transparansi pencatatan dan evaluasi rutin terhadap sumber-sumber pendapatan yang belum maksimal.
Politikus PDI-P ini berharap Pemkab Berau dapat menyusun strategi jangka panjang yang mampu memperkuat ketahanan fiskal, sehingga program pembangunan daerah tidak terlalu bergantung pada transfer pusat.
“Kemandirian daerah akan kuat jika PAD dikelola dengan kreatif dan tepat sasaran. DPRD tentu siap mengawal proses ini,” pungkasnya. (adv)


