Wali Kota Khairul Ajak Warga Tarakan Jaga Sungai, Ingatkan Sedimentasi Kian Mengkhawatirkan

TARAKAN – Peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-80 di Kota Tarakan dimanfaatkan Wali Kota Khairul, untuk mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap kebersihan sungai. Ajakan itu disampaikan saat kegiatan gotong royong bersih-bersih sungai yang digelar pada Minggu (23/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Khairul menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Kementerian PU serta mengapresiasi dukungan kementerian terhadap pembangunan di Tarakan. Ia menilai peran Kementerian PU, khususnya Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V, sangat penting dalam penyediaan sumber air baku melalui pembangunan sejumlah embung.

“Kami berharap ke depan pembangunan embung tambahan, khususnya di Sungai Maya, bisa kembali mendapat dukungan dari Kementerian PU. Ini menjadi langkah penting menghadapi perkembangan kota,” ujarnya, didampingi Kepala BWS Kalimantan V, Mustafa.

Khairul juga mengingatkan bahwa kondisi fiskal daerah diperkirakan semakin ketat mulai 2026 karena adanya pemotongan transfer keuangan daerah (TKD). Dengan kapasitas fiskal Tarakan yang termasuk paling kecil di Kaltara, sementara jumlah penduduk terbesar, ia berharap dukungan dari berbagai direktorat di Kementerian PU mulai dari Sumber Daya Air, Bina Marga hingga Cipta Karya dapat ditingkatkan.

“Kebutuhan layanan publik seperti air bersih, infrastruktur jalan, hingga sarana pendidikan terus meningkat. Karena itu kami sangat berharap bantuan dari Kementerian PU dapat diperkuat,” ujarnya saat ditemui di lokasi PDAM Tirta Alam Tarakan.

Di sisi lain, Khairul menekankan bahwa kegiatan bersih-bersih sungai bukan sekadar seremoni, melainkan upaya memicu partisipasi publik dalam menjaga lingkungan. Ia menilai topografi Tarakan membuat sedimentasi berlangsung sangat cepat, sehingga kemampuan pemerintah dalam pemeliharaan tidak sebanding dengan laju pendangkalan.

“Kecepatan sedimentasi jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan kami melakukan pemeliharaan. Baru selesai di satu titik, di titik lain sudah dangkal lagi,” jelasnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak memperparah kondisi sungai dengan membuang sampah sembarangan. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci agar sungai tetap bersih dan aliran air tidak tersumbat, sehingga risiko banjir dapat diminimalisir.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Jika melihat ada penumpukan atau sedimentasi, jangan ditambah lagi dengan sampah. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Melalui momentum Hari Bakti PU ke-80, Wali Kota Khairul berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat terus diperkuat demi menjaga lingkungan serta mempercepat pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Kota Tarakan. (ADV/Ade Prasetia)

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER