
TARAKAN– Wali Kota Tarakan, Khairul meninjau rumah warga yang terdampak longsor di Gang Anggrek RT 14, Kelurahan Karang Anyar, Senin (17/11/2025).
Dalam tinjauan itu, Khairul melihat langsung kondisi halaman rumah yang runtuh dan dinilai berpotensi memicu longsor susulan jika tidak segera diperbaiki.
Khairul menegaskan, agar warga penerima bantuan stimulan segera memanfaatkan material yang telah disalurkan pemerintah untuk memperkuat struktur di sekitar rumah.
“Tadi kami cek rumahnya, halamannya sudah runtuh. Kalau tidak ditangani, bisa terjadi longsor berikutnya dan rumah bisa ikut turun,” kata Khairul.
“Makanya kita sedang coba dan lihat kemudian bantuan yang diberikan segera dikerjakan. Segera lakukan gotong royong bantuan tersebut, karena takutnya longsor lagi rumah bisa turun,” sambungnya.
Bantuan stimulan yang dibagikan berupa material kayu, seperti balok, papan, dan paku senilai Rp 5 juta per titik. Total ada 50 titik longsor yang mendapatkan bantuan dari APBD Perubahan. Khairul menegaskan bantuan itu bersifat pemicu agar warga bergerak bersama melakukan perbaikan awal. “Bantuan ini tidak bisa menyelesaikan semuanya karena kemampuan anggaran terbatas. Tapi ini bentuk perhatian pemerintah untuk mendorong warga ikut terlibat,” ujarnya.
Selain longsor, Pemkot Tarakan juga tengah membahas skema bantuan bagi warga terdampak gempa. Namun mekanismenya masih digodok, karena tidak termasuk dalam skema bantuan bencana yang sudah ada. “Untuk gempa, sedang kita diskusikan dulu supaya tidak salah aturan. Insyaallah ada bantuan yang sedang disiapkan,” tambah Khairul.
Dia juga menyebut kemungkinan program bedah rumah sedang dikaji, terutama bagi warga tidak mampu yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Peninjauan Khairul di Jalan Anggrek, kata Khairul, sekaligus menjadi pengingat agar warga di kawasan perbukitan meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem. (ADV/Ade Prasetia)
Editor: Yusva Alam


