TANJUNG SELOR – Gempa bumi dengan magnitudo 4,8 mengguncang Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu (6/11/2025) malam, getaran gempa tersebut bahkan terasa hingga ke beberapa wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara).
Lewat rilis resminya, Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, menyatakan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Berkaitan dengan gempa susulan, sampai saat ini BMKG belum memonitor adanya gempa susulan.
“Saya sampaikan secara teori dan karakter, gempa susulan itu biasanya kekuatannya lebih kecil daripada gempa utama,” bebernya.
Terpisah Forecaster BMKG Tanjung Harapan, Cristianto Sihombing, mengatakan dampak gempa yang dirasakan di Bulungan masih dalam kategori lemah dengan intensitas 4 Modified Mercalli Intensity (MMI).
Kata dia, di Pulau Bunyu getaran terasa dengan intensitas 4 MMI, di mana gerabah pecah, Tanjung Selor getaran terasa dengan intensitas 3-4 MMI, Nunukan dan Malinau getaran terasa lebih lemah dengan intensitas sekitar 3 MMI.
“Getaran gempa tersebut terjadi akibat adanya pergeseran sesar dengan jarak 10 kilometer di bawah laut Tarakan,” tambahnya.
Kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi hoaks terkait prediksi gempa susulan. Meskipun belum terdeteksi, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, dan pastikan bangunan tempat tinggal aman dan tidak mengalami kerusakan serius. (tin/and)
Reporter: Martinus
Editor: Andhika


