TARAKAN – Kota Tarakan kembali mencatatkan inflasi pada Oktober 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan, tingkat inflasi month to month (m-to-m) tercatat sebesar 0,16 persen.
Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi, menjelaskan bahwa komoditas emas perhiasan menjadi pemicu utama inflasi Bulan Oktober dengan andil sebesar 0,32 persen, disusul oleh ikan bandeng sebesar 0,11 persen.
“Kenaikan harga emas perhiasan menjadi faktor dominan dalam pembentukan inflasi bulan ini. Selain itu, beberapa komoditas pangan seperti ikan bandeng dan beras turut memberikan andil meski relatif kecil,” ujar Umar, Senin (3/11/2025).
Dengan perkembangan tersebut, inflasi year to date (y-to-d) Kota Tarakan pada Oktober 2025 tercatat sebesar 2,01 persen, sedangkan inflasi year on year (y-on-y) mencapai 2,45 persen. Menurut Umar, jika tren ini berlanjut hingga akhir tahun, maka inflasi tahunan Tarakan diperkirakan akan berada di kisaran 2,45 persen.
“Secara keseluruhan, laju inflasi di Tarakan masih tergolong terkendali. Namun perlu diwaspadai potensi kenaikan harga menjelang akhir tahun,” tambahnya.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya menjadi satu-satunya yang memberikan andil inflasi month to month sebesar 0,34 persen.
Sementara itu, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta Kelompok Transportasi justru mencatat deflasi, masing-masing sebesar 0,10 persen dan 0,08 persen.
Secara regional, Provinsi Kalimantan Utara mencatat inflasi month to month sebesar 0,08 persen, year to date 1,91 persen, dan year on year 2,23 persen. Sementara secara nasional, inflasi month to month mencapai 0,28 persen, year to date 2,10 persen, dan year on year 2,86 persen.
Jika dibandingkan dengan angka nasional, inflasi Tarakan masih lebih rendah, dan tetap berada dalam rentang target inflasi pemerintah.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


