TARAKAN — Penyelundupan pakaian bekas (ballpress) di perairan Tarakan, Kalimantan Utara, diduga dilakukan dengan modus baru. Speedboat SB Jalur Langit Express yang digunakan untuk mengangkut 24 ball pakaian bekas senilai sekitar Rp1 miliar diketahui beroperasi tanpa menyalakan lampu navigasi demi menghindari pantauan aparat.
Tim Quick Respond Satrol Kodaeral XIII Tarakan berhasil menggagalkan aksi tersebut saat melakukan patroli rutin di sekitar perairan Sungai Idec, Tarakan. Namun, diduga tiga orang awak kapal berhasil melarikan diri ke darat setelah kapal kandas di tepian sungai.
Wakil Komandan Kodaeral XIII, Laksamana Pertama TNI Bambang Kuncoro, menjelaskan bahwa modus tanpa penerangan menjadi taktik baru para penyelundup untuk menghindari deteksi visual maupun radar aparat keamanan.
“Kita sudah melakukan penyekatan di wilayah utara perbatasan dengan Malaysia. Mereka selalu berupaya menghilangkan jejak agar tidak terdeteksi, salah satunya dengan mematikan lampu kapal saat melintas malam hari,” ungkapnya, Jumat (31/10/2025).
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada barang ilegal lain seperti narkotika di dalam kapal. Barang bukti berupa pakaian dan patung kini diamankan di Dermaga Satrol Kodaeral XIII Tarakan untuk proses penyelidikan lanjutan.
“Indikasi awal ada tiga orang di atas kapal. Saat ini kita masih melakukan proses lebih lanjut untuk mencari pemilik kapal maupun pemilik barang. Kasus ini masih berproses,” ujar Bambang.
Dia menegaskan, TNI AL akan terus memperkuat patroli di wilayah perbatasan dan memantau pola pergerakan baru para pelaku penyelundupan. Tahun 2025 ini, kasus tersebut menjadi penangkapan pertama terkait penyelundupan ballpress di wilayah kerja Kodaeral XIII Tarakan.
TNI AL juga memastikan akan berkoordinasi dengan Bea dan Cukai Tarakan, serta instansi penegak hukum lainnya, untuk menelusuri jaringan pemilik kapal dan pemasok barang yang mencoba memasukkan pakaian bekas ilegal dari luar negeri. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


