TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan menyiapkan sekitar 202 hektare lahan pertanian di kawasan Sungai Siaboy, Kelurahan Juata Laut, untuk mendukung program swasembada pangan dan kemandirian daerah.
Lahan tersebut merupakan bagian dari program cetak sawah baru yang digarap lewat skema Swakelola Tipe II melibatkan Kementerian Pertanian, TNI, dan sejumlah instansi terkait.
Dari total alokasi 250 hektare, hasil verifikasi menunjukkan 202 hektare dinyatakan layak untuk dikelola oleh dua kelompok tani, yakni Poktan Siaboy Makmur dan Nusantara Subur.
Wali Kota Tarakan, Khairul, mengatakan hingga akhir September, realisasi fisik cetak sawah mencapai sekitar 6 hektare. Khairul menjelaskan, rencana ini sebelumnya melalui kajian teknis dari Universitas Mulawarman sebelum disetujui oleh Kementerian Pertanian.
“Dari total 347 hektare yang kita ajukan, hasil penelitian menunjukkan 202 hektare yang layak. Itulah yang akhirnya disetujui,” ujarnya, Sabtu (4/10/2025)
Selain untuk padi, Pemkot Tarakan juga berencana mengembangkan tanaman perkebunan seperti kelapa, kopi, dan kakao di kawasan tersebut. “Ke depan, area Sungai Siaboy juga dirancang menjadi Kawasan Eco Agro Wisata sebagai bagian dari pengembangan sektor pertanian berkelanjutan,” katanya.
Khairul menegaskan, langkah ini merupakan bentuk nyata dukungan Pemkot terhadap program nasional swasembada pangan, dengan mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif dan berdaya guna bagi masyarakat. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


