TARAKAN – Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Tarakan menghadapi kendala serius, karena terbatasnya anggaran. Banyak ODGJ yang harus dirujuk ke rumah sakit, tapi biaya perawatan kerap menumpuk hingga puluhan juta bahkan puluhan miliar rupiah.
“Banyak ODGJ yang biaya perawatannya menumpuk di RSUD dr. Jusuf SK, hingga puluhan miliar rupiah. Kami di Dinsos mau menangani salah, tidak ditangani juga salah,” ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tarakan, Arbain, Kamis (18/9/2025).
Selain itu, banyak ODGJ berasal dari luar daerah dan tidak memiliki BPJS aktif. RSUD juga memiliki batas waktu perawatan, sehingga Dinsos harus menyiapkan penampungan sementara atau menelusuri keluarga pasien.
Arbain berharap pemerintah bisa membangun rumah sakit jiwa khusus di Kalimantan Utara, agar penanganan lebih tepat dan pembiayaan jelas.
Saat ini, pemerintah provinsi telah menyediakan lahan untuk pembangunan rumah sakit jiwa, meski lokasinya belum dipastikan.
“Dengarnya sih dari Kaltara kemarin ada menyediakan lahan di provinsi. Menurut saya dimanapun lah, yang penting itu ada rumah sakit khusus menangani itu,” tutupnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


