TARAKAN – Kementerian Sosial dijadwalkan datang ke Tarakan untuk meninjau langsung persiapan Sekolah Rakyat. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan semua fasilitas penunjang benar-benar siap sebelum sekolah tersebut resmi dibuka.
Kepala Dinas Sosial Kota Tarakan, Arbain, mengatakan sebagian besar fasilitas utama sudah tersedia, mulai dari ruang kelas, asrama, hingga meja dan kursi. Namun, masih ada beberapa sarana yang belum lengkap.
“Contohnya dapur. Saat ini dapurnya hanya ada meja dan kursi, belum ada kompor dan peralatan masak. Nah, ini yang sedang kami koordinasikan dengan Kementerian,” jelas Arbain, Selasa (16/9/2025).
Selain itu, sambungan listrik juga masih jadi masalah karena masih bergabung dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja. Arbain menilai sebaiknya listrik dipisahkan agar pembayaran lebih jelas. Beberapa ruangan juga masih membutuhkan kipas angin, sarana olahraga, dan perlengkapan lainnya.
Awalnya, peluncuran sekaligus Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan pada 30 September 2025. Namun, melihat kondisi terkini, Arbain mengakui ada kemungkinan jadwal itu mundur sekitar satu bulan.
“Kami terus berkoordinasi dengan kementerian. Bisa saja akhirnya MPLS ditunda dulu sampai semua fasilitas yang kurang terpenuhi,” ujarnya.
Menurut Arbain, tim dari Kementerian Sosial direncanakan melakukan peninjauan hari ini atau besok.
Sekolah Rakyat di Tarakan sendiri masuk kategori tipe 1C, yaitu aset milik pemerintah daerah dengan biaya bersama dari APBD dan APBN. Berbeda dengan tipe 1A dan 1B yang sepenuhnya dibiayai Kementerian Sosial.
Arbain menambahkan, pihak kementerian melalui Biro Umum dan Satgas sudah berkomitmen membantu menutupi kekurangan, termasuk penyediaan seragam siswa. Tarakan menjadi salah satu dari 65 kabupaten/kota yang membuka Sekolah Rakyat tipe 1C.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


