TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan resmi memberikan kenaikan insentif bagi Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), Ketua RT, Kader Posyandu, Kader Dasawisma, Guru Ngaji, hingga Guru Sekolah Minggu.
Total, 1.511 orang penerima akan menikmati kenaikan insentif yang mulai berlaku pada Oktober 2025.
Wali Kota Tarakan, Khairul menegaskan, kenaikan itu bukan semata soal besaran nilai, melainkan bukti komitmen pemerintah dalam memenuhi janji kepada masyarakat.
“Meski APBD Kota Tarakan merupakan yang terkecil di Kalimantan Utara, pemerintah daerah tetap berusaha untuk menaikkan insentif sebagai bentuk perhatian dan dukungan,” ujarnya, Rabu (3/9/2025).
Khairul pun meminta agar penerima insentif membantu memaksimalkan program pemerintah di tingkat paling bawah.
“Untuk mengatasi hambatan dan tantangan pembangunan, dibutuhkan sinergi dari seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Khairul menjelaskan tambahan yang diberikan sebesar Rp200 ribu. “Sebenarnya sih sudah, yang dulu kan sebenarnya segitu, cuman dulu kan pakai penilaian, nah sekarang ini kan udah kita gelondongkan aja daripada repot gitu,” katanya.
Menurutnya, peran RT, kader, dan guru sangat vital dalam mendukung pembangunan daerah. Khairul juga menyinggung pentingnya kerja bakti massal. Dirinya berharap kegiatan ini dapat dilakukan minimal sebulan sekali agar kebersihan lingkungan terjaga.
Soal keamanan lingkungan, peran RT dianggap penting dalam deteksi dini. “Kemudian terkait masalah keamanan, keamanan di lingkungan, bahkan juga Pak RT kan pasti punya kemampuan lebih cepat mendeteksi kalau ada orang keluar masuk di tempatnya,” tambahnya.
Sementara untuk guru ngaji hingga guru Sekolah Minggu, Khairul berharap insentif ini menambah semangat dalam membentuk generasi muda yang bermoral. Dia juga menyinggung peran kader Dasawisma yang dinilai krusial dalam pendataan kesehatan masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan demikian, beliau-beliau ini lebih bersemangat lagi lah untuk membantu pemerintah daerah dalam program-program, program-program pemerintah termasuk penjagaan stunting dan lain-lain seperti itu, termasuk makan gizi gratis,” pungkas Khairul.
Penulis: Ade
Editor: Yusva Alam


