TARAKAN – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan, Yonsep, mengungkapkan bahwa ada sejumlah potensi bencana yang patut diwaspadai masyarakat. Dari berbagai ancaman, tiga jenis bencana dinilai paling sering terjadi dan menjadi fokus utama pemerintah daerah.
“Tingkat kerawanan yang paling tinggi di Tarakan itu ada tiga, yaitu kebakaran permukiman, banjir, serta kebakaran hutan dan lahan. Tiga ini yang menjadi konsentrasi utama kita,” kata Yonsep, Selasa (26/8/2025).
Meski begitu, Yonsep juga menegaskan Tarakan memiliki potensi bencana lain yang tak boleh diabaikan, yakni gempa bumi. Hal ini karena Tarakan memiliki sesar aktif yang disebut Sesar Tarakan. “Potensi gempa di Tarakan bisa mencapai magnitudo 7,0. Itu artinya cukup besar dan bisa berdampak merusak,” jelasnya.
Namun, Yonsep meminta warga tidak perlu khawatir berlebihan. Pasalnya, kondisi pergerakan sesar Tarakan cenderung vertikal, sehingga kemungkinan memicu tsunami relatif kecil. “Kalau gempa mungkin bisa merusak, tapi untuk tsunami potensi kecil karena gerakannya vertikal, bukan horizontal,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, BPBD Tarakan berencana menggelar simulasi bencana skala kota yang mencakup kebakaran, banjir, hingga gempa bumi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan memperkuat koordinasi lintas instansi, dalam penanganan darurat bencana.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


