TARAKAN – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan yang baru dilantik, Andry Rawung, langsung dihadapkan pada sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) besar. Mulai dari penutupan TPA Aki Balak, pengoptimalan TPA Juata Kerikil, hingga memperkuat peran TPS 3R di kelurahan.
“Seperti disampaikan Pak Wali Kota tadi, salah satunya yaitu optimalisasi TPA Juata Kerikil dan TPS 3R menuju Tarakan Zero Waste,” kata Andry usai dilantik, Kamis (21/8/2025).
Menurut Andry, rencana penutupan TPA Aki Balak akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, sebagian wilayah Tarakan Utara sudah mulai membuang sampah ke TPA Juata Kerikil. Namun, akses jalan dan fasilitas pendukung masih jadi kendala.
“Sebenarnya untuk launching TPA Juata Kerikil sudah di periode pertama Bapak Wali Kota Khairul. Tapi masih banyak akses jalan dan fasilitas penunjang yang perlu dilengkapi. Insyaallah dalam waktu dekat bisa digunakan lebih optimal,” jelasnya.
Selain itu, DLH juga akan memperkuat TPS 3R agar peran memilah sampah bisa berjalan maksimal. Tujuannya, residu yang masuk ke TPA lebih sedikit sehingga mengurangi risiko over kapasitas.
“TPS 3R tidak semua kelurahan punya, ada juga yang masih bersifat transfer depo. Ini kita lihat lagi apakah layak atau perlu lokasi baru. Bisa juga digabung dengan kelurahan terdekat,” ujar Andry.
.
Andry juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM, terutama KSM pengelola TPS 3R. “Harapan kita sampah ini bisa dikelola, apakah dibuat kompos atau dijual kembali sehingga ada nilai ekonominya,” tambahnya.
Tak hanya soal sampah, DLH Tarakan juga punya tugas pengawasan terhadap limbah. Mulai dari perusahaan besar hingga usaha kecil, semuanya akan dipantau agar tidak merusak lingkungan.
“Fungsi pengawasan ini tetap berjalan, jangan sampai ada yang membuang limbah sembarangan,” tegasnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


