TARAKAN – Kota Tarakan menyimpan potensi bencana gempa bumi akibat keberadaan sesar aktif. Dari hasil kajian, kekuatan gempa bisa mencapai magnitudo 7.0, yang dinilai cukup besar dan berpotensi merusak.
Kepala BPBD Tarakan, Yonsep menjelaskan, gempa menjadi salah satu ancaman serius selain kebakaran, banjir, longsor, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Karena Tarakan itu memiliki sesar, dan potensinya 7,00 M, yang artinya itu cukup besar,” jelasnya, Sabtu (23/8/2025)
Meski demikian, Yonsep menegaskan bahwa risiko tsunami di Tarakan relatif kecil. Hal ini lantaran pergerakan sesar lebih dominan vertikal, bukan horizontal. “Kalau tsunami, dengan kondisi pergerakannya vertikal, potensi itu kecil,” tambahnya.
Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi mengatakan sesar Tarakan memang berpotensi memicu gempa, namun secara historis belum pernah menimbulkan tsunami.
“Ada beberapa kriteria gempa yang bisa memicu tsunami, di antaranya terjadi di dasar laut, kedalaman dangkal kurang dari 70 km, pola sesar naik atau turun, kekuatan lebih dari magnitudo 7, serta menimbulkan deformasi vertikal di dasar laut. Sejauh ini di Tarakan belum pernah ada catatan tsunami,” ungkapnya.
Untuk itu, BPBD bersama BMKG mendorong adanya simulasi kebencanaan skala kota guna mengantisipasi berbagai potensi bencana, termasuk gempa bumi. Edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting agar warga lebih siap dan sigap menghadapi keadaan darurat. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


