TARAKAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan memprediksi wilayah Kalimantan Utara masih akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam sepekan ke depan.
Kondisi ini dipicu adanya belokan angin (shearline) yang memicu pertumbuhan awan hujan.
Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi, menjelaskan Kota Tarakan merupakan daerah dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Bahkan, jika tidak turun hujan selama tiga hari, biasanya langsung muncul hotspot atau titik panas.
“Seperti kita tahu bahwa Tarakan itu potensi hujannya tinggi ya. Bahkan hampir sepanjang tahun itu selalu ada hujan,” ujarnya, Sabtu (23/8/2025).
Menurut Khilmi, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Kalimantan Utara. “Kemudian untuk seminggu depan ya Tarakan masih ada potensi hujan intensitas sedang hingga lebat, jadi karena ada belokan di wilayah Kalimantan Utara Jadi potensi pertumbuhan awan masih cukup tinggi,” ungkapnya.
Dari prakiraan yang dibagikan BMKG, pada 24 Agustus 2025, hujan sedang hingga lebat berpotensi melanda Kabupaten Nunukan, Malinau, Tana Tidung, dan Kota Tarakan. Sedangkan 25 Agustus, giliran Kabupaten Bulungan, Tana Tidung, dan Kota Tarakan yang berpotensi terdampak.
Khilmi pun menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi cuaca ekstrem. “Peringatan dini harus diikuti dengan aksi dini. Salah satunya melalui simulasi kebencanaan, agar masyarakat terbiasa merespon bila kondisi darurat terjadi,” tambahnya.
Untuk sepekan ke depan, Khilmi menyebut potensi hujan dominan terjadi pada malam hari, meski peluang hujan di pagi hari tetap ada. “Untuk detailnya nanti akan kami share di grup, karena kalau detail seminggu kami sampaikan apakah dominan malam hari nanti atau ada yang pagi hari. Nanti detailnya kami update tiap hari,” pungkasnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


