BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, Kalimantan Timur, secara resmi menetapkan arah kebijakan pembangunan untuk tahun anggaran 2026. Fokus utama pembangunan tahun depan tetap diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan sebagai fondasi mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan bahwa keberlanjutan program pendidikan dan kesehatan menjadi bentuk komitmen kuat pemerintah daerah dalam membangun Berau yang lebih maju.
“Pendidikan dan kesehatan adalah investasi jangka panjang. Kedua sektor ini harus kita perkuat agar setiap warga Berau mendapatkan akses dan layanan yang berkualitas, demi melahirkan generasi yang mampu bersaing,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan akses dan mutu pendidikan akan memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama dalam menempuh pendidikan.
Sementara itu, layanan kesehatan diupayakan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah pedalaman.
Selain pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas pertama. Peningkatan kondusifitas wilayah demi terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan demokratis menjadi prioritas kedua.
Kemudian, prioritas Ketiga adalah pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial sebagai wujud perhatian terhadap kesejahteraan warga.
Keempat, implementasi reformasi birokrasi secara komprehensif untuk meningkatkan pelayanan publik yang lebih transparan dan efisien.
Kelima, pemenuhan konektivitas dan infrastruktur pelayanan publik berbasis penataan ruang yang baik.
Keenam, peningkatan ketangguhan daerah terhadap potensi bencana, guna meminimalisir risiko kerugian dan dampak sosial.
Adapun prioritas ketujuh diarahkan pada pengembangan ekonomi unggulan daerah berbasis inovasi hijau dan teknologi bersih. Kebijakan ini sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan serta dorongan global menuju ekonomi ramah lingkungan.
“Dengan delapan prioritas pembangunan ini, kami ingin memastikan pembangunan Kabupaten Berau berjalan berimbang antara kebutuhan dasar masyarakat, stabilitas wilayah, hingga penguatan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya. (adv/ril/and)


