Balap Speedboat Diusulkan Masuk dalam Naungan KORMI

TARAKAN – Kesuksesan Turnamen Balap Speedboat Gubernur Cup 2025 yang digelar di perairan kawasan Perikanan Tarakan pada Minggu (3/8/2025), membawa harapan baru bagi para pegiat olahraga tersebut.

Selain menjadi ajang hiburan dan kompetisi, turnamen ini memunculkan aspirasi agar balap speedboat dapat diakui sebagai bagian dari olahraga rekreasi yang bernaung di bawah Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI).

Ketua Panitia Pelaksana, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa turnamen tersebut merupakan yang pertama kali digelar secara resmi memperebutkan Piala Gubernur, meski kegiatan serupa sebelumnya pernah dilaksanakan dalam skala terbatas.

“Harapan kami tentu kegiatan ini bisa terus berlanjut. Kami ingin agenda ini masuk dalam kalender pariwisata daerah bahkan nasional, bisa tercatat di Kemenpora sebagai olahraga air, di sektor pariwisata sebagai festival budaya, dan di KORMI sebagai agenda tahunan olahraga rekreasi bagi masyarakat khususnya para nelayan,” ujarnya, Selasa malam, (5/8/2025).

Zainal juga menyebut, bahwa inisiasi kegiatan ini datang dari Forum Nelayan Letta (FNL) dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kalimantan Utara, dengan dukungan penuh dari Gubernur Kaltara. Komunikasi aktif dengan Hj. Rahmawati Zainal yang membidangi sektor pariwisata di Komisi VII DPR RI turut membuka peluang agar turnamen ini dapat masuk dalam kalender nasional.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua I KORMI Tarakan, Dino, menyampaikan bahwa balap speedboat secara umum telah memenuhi kriteria sebagai olahraga rekreasi yang bisa dinaungi KORMI.

“Olahraga rekreasi itu pertama murah, meriah, dan massal. Kemudian yang kedua ciri khasnya olahraga yang tidak berhimpun di KONI. Maka saya kembalikan apakah olahraga speedboat ini murah, meriah, massal, iya jawabannya. Pernyataan kedua, apakah dia berhimpun di KONI, tidak, maka seharusnya balap speedboat masuk di KORMI,” jelasnya.

Dia juga mengingatkan bahwa lomba balap speedboat pernah digelar pada masa Khairul menjabat sebagai Ketua PORMI tahun 2016. “PORMI itu nama sebelum KORMI,” tambahnya.

Meski saat ini Induk Organisasi Olahraga (Inorga) untuk cabang balap speedboat belum terbentuk, Dino menegaskan pihaknya akan terus mendorong terbentuknya struktur organisasi tersebut.

“Nanti kita coba akan terus upayakan agar kemudian di daerah-daerah lain memunculkan Inorga balap speed ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa olahraga balap speedboat memang memiliki potensi untuk masuk secara formal ke dalam KORMI.

“Tapi yang jelas kalau pertanyaan speed boat bisa masuk KORMI harusnya bisa,” tegasnya.

Dino juga berharap HNSI sebagai penggagas utama dapat terus menggelar kegiatan serupa secara rutin, guna memperkuat eksistensi olahraga rekreasi berbasis budaya maritim di tengah masyarakat.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER