Dirut BPR Bulungan: Kritik dan Saran dari Nasabah Adalah Bentuk Kepedulian

TANJUNG SELOR – Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Bulungan kini telah membuka pangsa layanan semakin luas hingga ke Kecamatan di Kabupaten Bulungan.

Direktur Utama Bank BPR Leny Marlena menjelaskan layanan kantor kas di Kecamatan itu hampir sama dengan layanan yang ada dj Kantor cabang.

“Layananya hampir sama di kantor cabang. Artinya, nasabah bisa menabung, bisa melayani kredit jadi kurang lebih sama,” tegasnya.

Kalau bicara layanan yang sempat menuai kontroversi, lanjut Leny itu bagian daripada kontrol publik terhadap layanan yang mereka berikan.

“Kalau saya melihat namanya layanan itu tidak bisa lepas dari keinginan dan harapan nasabah,” tukasnya.

“Karena sebaik-baiknya kita meningkatkan pelayanan pasti ada sisi yang kurangnya. Iya pasti seperti itu, karena memang bicara pelayanan itu universal, kami menganggap itu adalah dinamika layanan, dan jika nasabah kemudian menyampaikan keluhan, berarti dia care sama kami, perhatian sama kami. Karena biasanya orang tidak peduli, ya berarti kan dia tidak menganggap kita, tidak peduli kan seperti itu kalau asumsi saya,” tuturnya.

Ia menilai ketidakpuasan atau kritikan itu menjadi tolok ukur bagi bank BPR untuk terus meningkatkan layanan. “Kami menganggap itu bukan sesuatu yang menjadi masalah. Karena namanya layanan memang harus meningkat dari waktu ke waktu,” terangnya.

Kepada mereka yang telah memberikan masukan, saran dan perbaikan pihaknya menyampaikan terima kasih.

“Dan saya yakin dengan masukan-masukan yang diberikan, kami bisa menjadi lebih baik lagi. Seperti itu, jadi kemarin itu lebih ke mekanisme saja,” tandasnya. (tin/and)

Reporter: Martinus
Editor: Andhika

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER