Ikan Bandeng Tarakan Dilirik Pasar Luar Negeri

TARAKAN – Komoditas perikanan andalan Kota Tarakan, yaitu ikan bandeng, mulai menarik perhatian pasar luar negeri. Salah satu negara yang tertarik dengan produk ini adalah Malaysia, yang menjadi pintu masuk ke kawasan Uni Eropa. Potensi ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Tarakan, Ardiansyah, saat ditemui Kamis (17/7/2024).

“Itu kan ke Uni Eropa yang terdekat Malaysia,” ujar Ardiansyah, menandakan adanya peluang ekspor yang menjanjikan untuk sektor perikanan lokal.

Namun demikian, Ardiansyah menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah dari komoditas bandeng yang dihasilkan. Ia berharap masyarakat tidak hanya menjual dalam bentuk mentah atau segar, tetapi mulai mengembangkan produk olahan agar nilai jualnya meningkat.

Sebagai langkah konkret, Dinas Perikanan Kota Tarakan terus mendorong pengolahan ikan bandeng menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi. Salah satu produk yang tengah dikembangkan adalah bandeng cabut duri, yang dinilai memiliki daya tarik lebih di pasar konsumen.

“Kalau hanya menjual ikan mentah, nilainya tidak maksimal. Tapi kalau diolah menjadi produk seperti bandeng cabut duri atau abon bandeng, tentu harganya lebih tinggi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,” tambahnya.

Menurut data Dinas Pertanian, panen ikan bandeng di Tarakan mencapai 1.200 ton per bulan. Angka ini menunjukkan potensi besar yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, tidak hanya untuk konsumsi lokal tetapi juga untuk keperluan ekspor maupun distribusi antarwilayah di Indonesia.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Perikanan, Ersan Dirgantara. Ia menjelaskan, budidaya ikan bandeng di Tarakan umumnya dilakukan secara polikultur atau bersamaan dengan udang. Metode ini memungkinkan produksi yang lebih tinggi, sehingga total produksi bandeng di tahun 2024 diperkirakan mencapai lebih dari 16 ribu ton.

“Budidaya bandeng di sini umumnya dikombinasikan dengan udang. Hasilnya lebih efisien dan produksinya tinggi,” terang Ersan.

Selama ini, mayoritas ikan bandeng dari Tarakan dikirim ke luar daerah dalam bentuk segar, seperti ke Surabaya, Makassar, dan sebagian ke Tawau, Malaysia. Meski pasar lokal tetap penting, potensi pasar luar menjadi peluang strategis untuk meningkatkan pendapatan daerah maupun kesejahteraan pembudidaya.

Untuk mendukung pengolahan produk perikanan, Dinas Perikanan telah membentuk sembilan kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (Poklasar). Masing-masing kelompok beranggotakan antara 10 hingga 15 orang. Selain itu, terdapat pula sejumlah warga yang memproduksi secara mandiri meski belum tergabung dalam kelompok usaha.

“Pelatihan ini jadi langkah awal pembinaan. Kalau mereka serius, ke depan akan difasilitasi untuk pengemasan, pemasaran, sampai pengembangan usaha,” ujar Ersan, menandakan komitmen pemerintah dalam mendukung sektor hilirisasi perikanan.

Dengan potensi produksi yang melimpah dan minat pasar yang kian terbuka, pemerintah berharap masyarakat Tarakan bisa memanfaatkan peluang ini, untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER