TARAKAN – Kota Tarakan dipastikan masuk dalam tahap kedua pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang digagas oleh Pemerintah Pusat. Namun hingga pertengahan Juli 2025, pelaksanaan program tersebut di Tarakan masih menunggu kepastian jadwal dari pemerintah pusat.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Sosial pada Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tarakan, Jamaluddin Malla.
Dia menyebutkan, sejauh ini pihaknya telah menyelesaikan berbagai tahap persiapan di daerah, mulai dari penyiapan lahan hingga sarana dan prasarana pendukung.
“Dari sisi daerah, kami sudah siap. Sekarang kami tinggal menunggu kementerian untuk melakukan komposit. Kami juga sudah melakukan verifikasi awal terhadap calon siswa,” ujarnya, Selasa (15/7/2025).
Menurut Jamaluddin, Tarakan memang tidak masuk dalam pelaksanaan tahap pertama, karena saat itu belum menyelesaikan proses finalisasi fisik. Kini, sebagai bagian dari tahap kedua, Tarakan hanya tinggal menunggu instruksi lebih lanjut dari Kementerian Sosial.
“Sebenarnya kita sudah masuk daftar tahap kedua. Tapi sampai sekarang belum ada informasi lanjutan dari pusat, apakah pelaksanaannya tahun ini atau tahun depan,” ungkapnya.
Dinas Sosial Tarakan mencatat, sedikitnya ada 150 calon siswa dari tingkat SD dan SMP yang masuk dalam daftar sementara. Data tersebut dihimpun dari kelurahan, pendamping PKH, dan laporan masyarakat. Namun, jumlah ini masih akan diseleksi melalui verifikasi faktual dengan kunjungan langsung ke rumah.
“Target kita 100 siswa, masing-masing 50 SD dan 50 SMP. Sisanya akan jadi cadangan kalau ada yang tidak lolos kriteria,” jelas Jamaluddin.
Dia menegaskan, proses seleksi akan dilakukan secara ketat dengan prioritas anak-anak dari keluarga miskin, terutama yang masuk kategori desil 1 dan 2. Jika ada calon siswa yang tidak terdata dalam desil tersebut, maka harus dilengkapi dengan surat keterangan miskin dari kelurahan.
“Proses seleksi nanti dilakukan langsung oleh tim dari pusat. Biasanya terdiri dari BPS, Dinas Pendidikan, dan pendamping PKH,” tambahnya.
Terkait lokasi pelaksanaan Sekolah Rakyat di Tarakan, pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari kementerian. Namun demikian, dia memastikan bahwa para calon siswa tersebar di berbagai wilayah kelurahan di kota ini.
“Kami siap secara teknis dan administratif. Tinggal menunggu jadwal resmi dan arahan pelaksanaan dari Kementerian Sosial,” pungkasnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


