Sekolah Garuda Akan Dibangun di Kaltara, Anggaran Capai Rp233 Miliar

TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan sekolah garuda di Indonesia menelan anggaran ratusan miliar untuk satu bangunan sekolah. Wakil Menteri Pendidikan Sains dan Teknologi, Prof Stela Christea menyampaikan anggaran dari kementerian  per sekolah di angka sekitar Rp 233 miliar.

“Iya, itu dari kementerian,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Nantinya sekolah ini memiliki daya tampung per angkatan mencapai 160 orang. “Jadi dalam masa pendidikan tiga tahun sekolah garuda bisa diisi oleh 480 pelajar,” ulasnya.

Ia menambahkan pola yang membedakan sekolah garuda dan sekolah reguler itu perbedan tidak begitu jauh bahkan cendrung sama.

“Sekolah Garuda ini adalah visi langsung dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Dan satu dari delapan program hasil terbaik cepat pemerintah,” ujarnya.

Jadi ini merupakan program prioritas nasional. Mengapa adanya kebutuhan untuk dibangun Sekolah Garuda, Karena pada saat ini Bapak Presiden melihat bahwa kita harus mengejar ketinggalan Indonesia di bidang Science Technology Engineering dan Mathematics (STEM).

“Dan Bapak Presiden menginginkan kita mempersiapkan pemuda Indonesia, siswa-siswa Indonesia yang terbaik dari seluruh pelosok Indonesia agar mereka mendapatkan peluang bersekolah di sekolah yang berkualitas, dan mereka akan diharapkan mempunyai daya saing global,” tuturnya.

“Jadi nanti lulusanya bisa melanjutkan ke perguruan tinggi terbaik dunia, di mana itu pun telah disiapkan dananya,” kata dia.

Lalu mereka diharapkan untuk mempunyai kepekaan lokal. Jadi mereka sangat mengerti apa kebutuhan Indonesia, apa kesusahan dan masalah-masalah yang dihadapi oleh seluruh masyarakat Indonesia dari beragam.

Sehingga Sekolah Garuda baru ini, siswa-siswanya akan datang dari seluruh pelosok Indonesia. Tetapi akan diberikan kekhususan bagi putra-putri daerah.

“Jadi kalau misalnya jadi dibangun di sini, itu akan diberikan kekhususan untuk siswanya, tetapi mereka yang terbaik. Tidak melihat latar belakang, kita justru mementingkan mereka yang berasal dari ekonomi bawah, namun sangat berpengaruh,” tuturnya.

Skema kedua adalah memperkuat sekolah-sekolah yang sudah baik, yang sudah sangat berpotensi, namun masih belum optimal, itu namanya sekolah Garuda transformasi.

“Jadi dua-duanya ada, jadi ini sangat strategis. Nah kami lihat di daerah seluruh pelosok Indonesia, mana yang sudah, yang belum ada sama sekali dan perlu dibangun,” ujarnya.

“Kami menilai di Kaltara ini, belum ada sama sekali dan perlu dibangun,” tutupnya. (tin/and)

Reporter: Martinus
Editor: Andhika

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER