80 Sampel Takjil di Kaltara Diuji, Seluruhnya Negatif Bahan Berbahaya

TARAKAN – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tarakan mencatat sebanyak 80 sampel takjil telah diuji selama pengawasan pangan Ramadan di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara). Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif dari kandungan bahan kimia berbahaya.

Kepala Balai POM Tarakan, Iswadi, menjelaskan pengujian dilakukan menggunakan metode rapid test untuk mendeteksi formalin, boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow. “Total ada 80 sampel yang sudah kami ambil di empat kabupaten/kota. Alhamdulillah semuanya negatif bahan kimia berbahaya,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Rinciannya, masing-masing 15 sampel di Kabupaten Tana Tidung dan Malinau. Kemudian 30 sampel di Tanjung Selor, dan 20 sampel di Kota Tarakan. Pengawasan dilakukan sejak minggu pertama Ramadan dengan melibatkan lintas sektor, termasuk dinas kesehatan setempat.

Iswadi menjelaskan, takjil merupakan pangan siap saji yang seharusnya diproduksi dan dikonsumsi pada hari yang sama, sehingga tidak diperbolehkan menggunakan bahan pengawet. Formalin dan boraks dilarang karena berpotensi merusak organ tubuh, sedangkan Rhodamin B dan Metanil Yellow merupakan pewarna tekstil yang tidak diperuntukkan bagi makanan.

Selain pengujian bahan kimia, BPOM juga memberikan edukasi kepada para pedagang mengenai pentingnya menjaga higienitas dan sanitasi selama proses produksi. “Pedagang diimbau memastikan bahan baku yang digunakan aman serta dapat ditelusuri asal-usulnya,” jelasnya.

BPOM memastikan pengawasan akan terus dilakukan hingga seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Utara terpantau, guna memberikan rasa aman bagi masyarakat selama Ramadan. (APC)

Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER