186 Jemaah Haji Asal Tarakan Kembali, Penjemputan Dipusatkan di Islamic Center

TARAKAN – Sebanyak 186 jemaah haji asal Kota Tarakan kembali ke daerah setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Proses penjemputan dan penyerahan jemaah kepada keluarga dipusatkan di Masjid Raya Baitul Izzah Islamic Center, Rabu (17/6/2026).

Kepulangan jemaah berlangsung dalam tiga gelombang kedatangan. Rombongan pertama dan kedua membawa total 77 jemaah, sementara rombongan terakhir berjumlah 103 orang.

Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Kota Tarakan, Ajat Jatnika, mengatakan seluruh jemaah dijadwalkan tiba pada hari yang sama sehingga proses pemulangan dapat diselesaikan dalam satu hari.

“Jemaah haji kita seluruhnya 186 orang. Rombongan pertama tiba 11 jemaah, kemudian disusul rombongan kedua 66 jemaah. Jadi total kedatangan tahap awal 77 jemaah,” kata Ajat.

Ia menjelaskan, rombongan ketiga yang menjadi gelombang terakhir tiba sekitar pukul 14.45 WITA dengan jumlah 103 jemaah.

“Yang berikutnya rombongan ketiga tiba sekitar pukul 14.45 WITA, ada 103 jemaah. Insyaallah hari ini semuanya pulang,” ujarnya.

Setelah tiba di Bandara Juwata Tarakan, para jemaah langsung diarahkan menuju Islamic Center menggunakan bus yang telah disiapkan pemerintah daerah. Di lokasi tersebut, jemaah kemudian diserahkan kepada keluarga masing-masing.

“Tidak diarahkan ke mana-mana. Dari bandara semuanya ke sini, kemudian kita kembalikan ke keluarga dari masjid ini,” jelasnya.

Menurut Ajat, pola penjemputan terpusat di Islamic Center bukan hal baru. Skema serupa telah diterapkan pada musim haji sebelumnya dan dinilai efektif untuk memudahkan koordinasi.

“Kurang lebih seperti tahun lalu, dari bandara ke sini, lalu diterima di sini dan dikembalikan ke keluarga dari masjid ini,” katanya.

Pemkot Tarakan, lanjut Ajat, bertugas menyiapkan armada transportasi untuk mengangkut jemaah dari bandara menuju lokasi penerimaan.

“Kalau dari Pemerintah Kota, kita hanya menjemput dari bandara, menyiapkan kendaraan, kemudian membawanya hingga ke sini. Bus sudah disiapkan dan cukup untuk satu kali perjalanan,” tuturnya.

Sementara itu, koper dan barang bawaan utama jemaah telah ditangani oleh panitia serta Kementerian Agama. Para jemaah yang tiba hanya membawa barang pribadi berupa tas tentengan.

“Barang-barang besar sudah diurus panitia dan Kemenag. Jemaah cukup membawa tas tentengan saja,” pungkasnya. (apc/and)

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER