TARAKAN – Jumlah mustahik atau penerima zakat di Baznas Kota Tarakan tahun ini tercatat sebanyak 10.500 orang. Angka tersebut relatif sama dengan tahun lalu.
Kepala Pelaksana Baznas Kota Tarakan, Syamsi Sarman, menjelaskan jumlah tersebut bersifat dinamis. Ada mustahik yang berkurang karena meninggal dunia, namun ada pula penambahan dari data baru yang diusulkan.
“Tahun ini masih di angka 10.500, kurang lebih sama dengan tahun lalu. Ada yang berkurang karena meninggal, tapi ada juga mustahik baru yang diusulkan,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Dia menerangkan, data mustahik berasal dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di masjid-masjid serta sejumlah lembaga dan instansi. Setiap UPZ mengusulkan nama-nama calon penerima zakat untuk kemudian diverifikasi oleh Baznas. “Data yang diusulkan akan kami verifikasi. Kalau datanya sama seperti tahun lalu tentu tidak terlalu sulit, tetapi untuk mustahik baru akan kami lakukan survei ulang,” jelasnya.
Survei lapangan dilakukan guna memastikan penyaluran zakat tepat sasaran dan tidak terjadi data ganda. Proses sinkronisasi juga dilakukan agar tidak ada penerima yang tercatat di lebih dari satu kategori.
Menurutnya, penerima terbanyak masih berada pada tiga kategori utama, yakni fakir, miskin, serta mualaf dan sabilillah. “Untuk mualaf, yang menjadi prioritas adalah mereka yang masih baru, di bawah dua tahun. Sedangkan sabilillah lebih kepada guru ngaji di masjid-masjid, termasuk petugas kebersihan dan pengangkut sampah,” katanya.
Sebagian penerima dari kategori sabilillah tersebut juga kerap masuk dalam data fakir miskin. Karena itu, Baznas melakukan penyandingan data agar tidak terjadi dobel penerima.
Selain itu, Baznas juga rutin menyalurkan zakat kepada penerima yang diusulkan melalui veteran. Setiap tahun lembaga tersebut mengajukan daftar nama penerima zakat.
“Dari lembaga Legiun Veteran Republik Indonesia, surveinya kami percayakan kepada lembaga tersebut. Kecuali ada penambahan baru, maka akan kami lakukan survei ulang,” tutupnya.
Dengan mekanisme verifikasi dan survei tersebut, Baznas Tarakan memastikan pendistribusian zakat benar-benar tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


