test
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Warga Binaan Lapas Tarakan Terima Remisi Khusus Waisak

TARAKAN – Sebanyak lima orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan menerima secara simbolis Surat Keputusan (SK) Pengurangan masa pidana berdasarkan Undang-Undang atau dikenal dengan Remisi Khusus (RK) Hari Waisak Tahun 2024.

SK Remisi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan Sutarno didampingi Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Norbek di Ruang Kunjungan Lapas Tarakan, Kamis (23/5/2024).

RK Waisak Tahun 2024 diberikan kepada para WBP beragama Budha, yang dinyatakan telah memenuhi syarat administratif dan substantif dimana hasil penilaian atas berperilaku baik dan telah menjalani masa pidana minimal 6 bulan.

Dari data yang dihimpun, sebanyak enam orang WBP beragama Budha, lima di antaranya menerima RK I dengan rincian satu orang mendapatkan RK 15 hari, empat orang mendapatkan RK 1 bulan dan satu orang tidak diberikan RK karena tengah menjalani pidana subsider atau denda pengganti.

Kalapas Sutarno menuturkan bahwa, Pemberian Remisi kepada WBP merupakan bukti bahwa pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) hadir dalam melayani dan memenuhi hak-hak para WBP.

“Pemberian RK Waisak ini merupakan implikasi dari peran pemerintah/Ditjenpas, yang hadir memberikan pelayanan dengan melaksanakan pemenuhan hak-hak narapidana yang telah menunjukkan perilaku baik serta memenuhi syarat administratif dan substantif,” ucap Sutarno dalam keterangan rilisnya yang diterima, Jumat (25/5/2024).

Semoga dengan adanya pemberian RK ini, kata dia, dapat menjadikan hikmah kepada para WBP untuk selalu memperbaiki dan meningkatkan kualitas karakter, sehingga dapat menjalani pembinaan dengan baik bahkan hingga kembali ke tengah masyarakat nantinya.

Pemberian RK Waisak kepada para WBP diharapkan, menjadi satu poin penting dalam rangka motivasi, agar menjadikan pemasyarakatan sebagai wadah dalam mengoreksi dan memperbaiki diri, serta sungguh-sungguh bertaubat sehingga tidak kembali melakukan kesalahan dan dapat bermanfaat dalam pembangunan di masyarakat.

Pewarta: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER