spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wali Kota Tarakan Dianugerahi Penghargaan Dwija Praja Nugraha

TARAKAN – Bertepatan dengan peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional ke-78 tahun, Wali Kota Tarakan, Khairul mendapat Anugerah Dwija Praja Nugraha oleh PGRI yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum PGRI , Unifah Rosyidipada Sabtu, 25 November 2023.

Bertempat di Britama Arena Kelapa Gading, Jakarta Utara, dari 514 Kabupaten Kota se-Indonesia hanya 9 yang berhak meraih penghargaan prestisius ini. Wali Kota Tarakan menjadi salah satu dari 9 penerima penghargaan, bersanding dengan Jakarta Barat menjadi 2 perwakilan kota di Indonesia.

Anugerah Dwija Praja Nugraha menjadi simbol pengakuan atas dedikasi dan kontribusi Wali Kota dalam meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di Kota Tarakan.

Wali Kota Tarakan, Khairul yang diwawancarai pada Rabu (29/11/2023) usai upacara Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-78 mengungkapkan,  penghargaan yang diberikan kemarin adalah apresiasi yang diberikan kepada guru melalui organisasi PGRI.

“Terhadap dukungan kami kepada pendidikan dan kepada guru. Kami berbuat bukan untuk mendapat penghargaan. Saya terima kasih banyak, karena komitmen kami saat mencalonkan diri selama menyusun RPJMD program kita prioritas kepada dunia pendidikan,” ungkapnya.

Baca Juga:   Pedagang Pasar Gusher Keluhkan Harga Beras yang Kian Naik

Jika melihat dari sisi anggaran  APBD sampai menyentuh 30 persen atau melebihi dari mandatory spending atau yang diamanahkan. “Memang rata-rata angka 27 sampai 28 persen. Tapi tidak pernah di bawah 20 persen, artinya di atas amahah konstitusi,” paparnya.

Kemudian pekerjaan rumah selama ini yang dulunya memperbaiki penghasilan dari tenaga guru kontrak. Dia juga mengakui kondisi penghasilan guru kontrak. “Saya pengalaman, sebagai orangtua punya anak dulu ada urunan, tanya untuk apa, untuk para guru honor. Kan negara harus hadir, maka saya sebagai Wali Kota bersama Pak Effendhi Wakil Wali Kota, mau memperbaiki sistem itu dan Alhamdulillah, pendapatan mereka guru walau belum P3K cukup membaik dari sebelumnya,” terangnya.

Karena tidak perlu mengharapkan belas kasihan murid melalui komite sekolah. Selain itu tenaga pendidikan dan kesehatan yang memenuhi syarat tiga tahun mengajar bisa ikut P3K. “Bahkan yang tidak sampai tiga tahun kita buatkan formasi umum. Dan dia bersaing dengan yang lain, yang memenuhi syarat dia insyaAllah akan berubah status. Keuntungannya honor dan P3K naik sampai dua kali lipat,” ujarnya.

Baca Juga:   Wali Kota Tarakan: Maulid Nabi jadi Momentum Tingkatkan Persatuan dan Ukhuwah

Kemudian UU ASN terbaru yang disampaikan Presiden RI lanjutnya yang baru P3K mendapatkan pensiun. “Saya kira cukup bagus, mudahan bisa memperbaiki persoalan selama ini tidak jelas. Mengenai tenaga kontrak meski masih ada tanggungan kami di luar nakes dan pendidikan  karena belum terima petunjuknya  sampai sekarang dan masih menggantung dan masih ada kemarin 2000-an lebih,” paparnya.

Guru dan tenaga kesehatan yang mendaftar tahun ini mengikuti selesai P3K 700-an lebih ditambah tahun lalu maka total kurang lebih 800-an tenaga P3K di Tarakan. “Angka 2000-an honor ada yang tidak bisa masuk P3K karena seperti penyapu jalan, tenaga supir tidak masuk kriteria, penjaga malam. Tapi yang lain misalnya satpol PP, tenaga administrasi kami perjuangkan. Kalau buka formasi bebas belum tentu diterima,” tutupnya. (apc/and)

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER