spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wakil Wali Kota Tarakan Minta PMI Ikut Turunkan Angka Stunting

TARAKAN – Wakil Wali Kota Tarakan sekaligus Ketua Penanganan Stunting Kota Tarakan Effendhi Djuprianto meminta Palang Merah Indonesia (PMI) untuk ikut menurunkan angka stunting. Hal itu diungkapkannya kepada awak media usai menghadiri HUT ke 78 PMI yang digelar di Kantor PMI Jalan Pulau Irian No.40, Kelurahan Kampung Satu Skip, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Minggu (17/9/2023).

“Harapan kita bersama untuk ikut yang berkaitan dengan pemberantasan stunting. Karena kalau PMI bisa turun dan hadir dalam pemberantasan stunting bisa cepat dan tepat sasaran,” ucapnya.

Menurutnya, di usia ke 78 ini, PMI Tarakan telah melakukan berbagai kegiatan sosial untuk kepentingan masyarakat di Kota Tarakan. Seperti ketika terjadi bencana Covid-19 maupun bencana lainnya. Effendhi berharap kegiatan kemanusiaan semacam ini dapat ditingkatkan. Terlebih, Pemerintah Kota Tarakan siap mensupport seluruh kegiatan PMI.

Suasana HUT ke-78 PMI yang digelar di Kantor PMI Jalan Pulau Irian No.40, Kelurahan Kampung Satu Skip, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Minggu (17/9/2023). (ADE/MKR)

Sementara itu, Sekretaris Kota Tarakan sekaligus Ketua PMI Tarakan, H. Hamid Amren mengatakan bahwa PMI aktif melakukan berbagai kegiatan termasuk dalam penurunan angka stunting. Salah satunya melalui penanganan polio, dikatakannya, tidak banyak daerah diberi kepercayaan melaksanakan kegiatan tersebut. Hebatnya Tarakan jadi salah satu daerah yang ditunjuk sebagai pelaksana penangangan polio. Hamid mengungkapkan polio merupakan salah satu penyebab stunting. Untuk itu, PMI hadir di 4 kecamatan di Tarakan membantu pendataan melalui kerjasama dengan puskesmas setempat untuk mencegah terjadinya polio.

Baca Juga:   Simak Deretan Fakta Menarik Saat Peringatan HUT ke-78 TNI di Tarakan

“Tidak banyak daerah dapat kesempatan ini. Polio ini kan lumpuh layuh pada anak. PMI ada di 4 kecamatan di Tarakan. Kegiatan ini dibiaya Unicef dan berakhir Maret lalu,” katanya.

Dalam kesempatan ini juga, Hamid menyampaikan arahan dari Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Jusuf Kalla bahwa PMI hadir pertolongan dalam berbagai keadaan. Jusuf Kalla mengingatkan salah satu atensi yakni adanya bencana iklim. Bencana ini harus menjadi perhatian semua karena banyak masyarakat di berbagai daerah kekurangan air. Selain itu, perubahan iklim yang sangat cepat di beberapa daerah ini juga menyebabkan kemarau panjang sehingga menghambat musim panen.

Kendati demikian, dia menyebut bahwa kota Tarakan terbilang aman karena memiliki stok air yang cukup. “Di Tarakan Alhamdulillah ada stok air Namun ini harus kita jaga tidak boleh berleha-leha. Ini harus menjadi perhatian semua. Di banyak daerah orang kekurangan air minum,” katanya. (apc/and)

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER