Viral, Lamaran Dokter di Tarakan Bernilai Rp 2,2 Miliar

TARAKAN – Prosesi lamaran pasangan dokter di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bukan hanya karena keduanya sama-sama berprofesi sebagai dokter, tetapi juga lantaran nilai uang panai dan hadiah yang diserahkan pihak mempelai pria mencapai Rp2,2 miliar.

Prosesi lamaran berlangsung pada Sabtu (12/9/2026). Calon mempelai pria, dr. Vebriadam Syahputra Taufik, datang bersama keluarga untuk melamar dr. Nurul Magfirah sekaligus menyerahkan uang panai sesuai adat pernikahan masyarakat Sulawesi Selatan.

Kakek mempelai pria, Iskandar, mengatakan kedatangan keluarga besar merupakan bagian dari prosesi lamaran sekaligus memenuhi kesepakatan yang telah dibicarakan kedua keluarga.

“Kita mengantar cucu kami, dr. Vebriadam, yang akan menikah dengan dr. Nurul Magfirah. Sekaligus mengantar jujuran sesuai kesepakatan keluarga,” katanya.

Dalam prosesi tersebut, pihak mempelai pria menyerahkan uang panai sebesar Rp600 juta. Selain itu, keluarga juga menghadiahkan sebuah rumah yang ditaksir bernilai sekitar Rp1,6 miliar. Jika digabungkan, total nilai pemberian mencapai sekitar Rp2,2 miliar.

Iskandar menegaskan, besaran uang panai tersebut bukan didasarkan pada filosofi tertentu, melainkan hasil kesepakatan antara kedua keluarga.

“Tidak ada filosofinya. Itu hasil pembicaraan dan kesepakatan keluarga laki-laki dan keluarga perempuan,” ujarnya.

Perwakilan keluarga mempelai pria, Muhammad Astra MKN, mengatakan uang panai merupakan tradisi yang masih dijalankan masyarakat Sulawesi Selatan dan berbeda dengan mahar dalam prosesi akad nikah.

“Uang panai merupakan bagian dari tradisi. Saat ijab kabul nanti tetap ada mahar. Jadi keduanya berbeda,” jelas Astra.

Dia mengungkapkan, pasangan tersebut telah saling mengenal sejak duduk di bangku SMA. Setelah lulus, keduanya melanjutkan pendidikan kedokteran di Makassar sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah.

Lamaran viral di Tarakan karena menyerahkan total uang panai senilai Rp 2,2 miliar. (ist)

“Mereka teman sekolah sejak SMA, kemudian kuliah bersama di Makassar. Setelah selesai pendidikan, mereka berjanji untuk membangun rumah tangga bersama,” ungkapnya.

Menurut Astra, besaran uang panai tidak memiliki ketentuan baku. Nilainya bergantung pada kesepakatan masing-masing keluarga dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kemampuan keluarga dan latar belakang calon mempelai.

“Setiap keluarga punya ukuran masing-masing. Yang terpenting adalah adanya kesepakatan dari kedua belah pihak,” katanya.

Meski nilai uang panai dan hadiah menjadi perhatian publik, keluarga berharap fokus utama tetap pada kehidupan rumah tangga yang akan dijalani kedua mempelai. Resepsi pernikahan dr. Vebriadam Syahputra Taufik dan dr. Nurul Magfirah dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026.

“Kami berharap ini menjadi awal yang baik bagi mereka untuk membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis,” tutup Astra.

Pewarta: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER