Umat Buddha Bulungan Gelar Fangsheng Bersama Bupati Syarwani

TANJUNG SELOR – Umat Buddha di Kabupaten Bulungan melaksanakan kegiatan Fangsheng atau Abhaya Dana, yaitu praktik kebajikan berupa pelepasan makhluk hidup sebagai bentuk kasih sayang dan penghormatan terhadap kehidupan.

Kegiatan yang digelar oleh Pengurus Cabang Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (PC Magabudhi) Kabupaten Bulungan ini berlangsung di kawasan Danau Kebun Raya Bunda Hayati, Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, dengan suasana penuh khidmat dan kebersamaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., bersama jajaran pemerintah daerah serta tokoh lintas agama. Kegiatan Fangsheng ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Kathina 2569 BE / 2025, yang memiliki makna mendalam bagi umat Buddha.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bulungan, Syarwani menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan praktik kebajikan tersebut. Menurutnya, kegiatan Fangsheng tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem perairan di Bulungan.

“Semoga kegiatan ini menjadi warisan baik yang kita tinggalkan untuk generasi berikutnya. Terima kasih kepada umat Buddha yang telah melaksanakan pelepasan benih ikan. Semoga ini membawa berkah bagi semua umat dan masyarakat Bulungan,” ucap Bupati.

Bupati juga menekankan bahwa kegiatan seperti ini sangat sejalan dengan arah kebijakan pembangunan hijau berkelanjutan yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Bulungan.

“Nilai kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup yang diajarkan dalam ajaran Buddha sangat relevan dengan semangat pelestarian alam. Ini menjadi wujud nyata bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga pada kelestarian lingkungan dan kesejahteraan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PC Magabudhi Bulungan menjelaskan bahwa praktik Fangsheng telah menjadi tradisi penting dalam ajaran Buddha, sebagai bentuk penghargaan terhadap kehidupan semua makhluk. Melalui kegiatan ini, umat Buddha diajak untuk menumbuhkan welas asih, menghindari kekerasan, dan menjaga keseimbangan alam.

“Pelepasan ikan ke alam bebas ini melambangkan pembebasan dari penderitaan. Dengan melakukan kebajikan ini, diharapkan semua makhluk hidup dapat hidup damai, sejahtera, dan bebas dari bahaya,” jelasnya.

Kegiatan Fangsheng tersebut diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan seluruh masyarakat Bulungan. Umat yang hadir tampak antusias dan bersyukur dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang sarat makna kemanusiaan dan ekologis. (tin/and)

Reporter: Martinus
Editor: Andhika

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER