spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

TPA Sampah Juata Krikil Diprediksi Bisa Tampung Sampah hingga Puluhan Tahun

TARAKAN – Launching Operasionalisasi TPA Sampah Juata Kerikil Kota Tarakan dilakukan pada Selasa (27/2/2024) sore kemarin. Peresmian ini juga dikebut menjelang berakhirnya masa jabatan Wali Kota Tarakan, Khairul, pada 1 Maret 2024.

Wali Kota Tarakan, Khairul mengungkapkan, TPA Sampah Juata Krikil memiliki luas lahan mencapai 50 hektar dengan tahap pertama pembangunan seluas 6 hektar.

Pembangunan ini merupakan upaya solusi terhadap kelebihan beban pada TPA Aki Babu. Dikatakannya, TPA Sampah Juata Krikil menggunakan metode sanitary landfill, yang tidak hanya mencegah pencemaran lingkungan.

Khairul menjelaskan, sampah yang diangkut menuju TPA ini telah melalui proses daur ulang pada tingkat TPS3R, sehingga mengurangi volume sampah yang akhirnya dibuang ke TPA.

Lebih lanjut, Khairul mengungkapkan rencana untuk menyediakan mesin pirolisis di setiap kecamatan, sebagai upaya daur ulang sampah menjadi produk bernilai manfaat dan mengurangi volume sampah yang akan dibuang ke TPA ini di masa mendatang. Pembangunan TPA ini juga akan terus dikembangkan ke depannya, sebagai langkah progresif dalam pengelolaan sampah kota Tarakan.

Baca Juga:   Butuh 15 Tahun Operasikan TPA Sampah Juata Krikil

Sesuai perhitungan, TPA ini bisa menampung sampah hingga 10 tahun ke depan. Namun bisa lebih lama jika dilakukan pengelolaan sampah dengan maksimal.

“Pesan untuk Kepala Bapedda, pejabat berikutnya yang masih bertahan, Sekda, PU tolong dikawal. Seperti di Banyumas contohnya, sistem pirolisis menjadi bagian dari cara yang akan mengurangi volume sampah dikirim ke TPAS. Sehingga umur TPAS bisa lebih lama,” harapnya.

Menurutnya, banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengolah sampah sehingga TPA dapat bertahan lama. Salah satunya adalah pengomposan. Kemudian, paving, dan juga batako dari sampah plastik.

“Siapa tahu di sini ada PRI perusahaan bubur kertas mau beli. Dan itu bersemangat KSM-nya karena dapat duit, dijual batakonya. Siapa yang membeli? Pertama pemerintah hadir. Maka saya minta waktu itu tolong dianggarkan. Termasuk untuk organik pupuk,” jelasnya. (apc/and)

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER